Rabu, 26 September 2018

MEMAHAMI KOMPOSISI DALAM FASHION FOTOGRAFI



haloooo guysss! di postingan saya kali ini saya akan membahas meengenai komposisi dalam fashion fotografi hingga mengapa sih kita harus memperhatikan dan mengetahui komposisi dalam fashion fotografii, yuk simak pembahasan dibawah ini ! :)

 Sekarang ini era digital dan teknologi semakin pesat perkembangannya, salah satunya yaitu fotografi sebagai salah satu faktor pendukung perkembangan tersebut. Sejak diperkenalkannya fotografi pada tahun 1826, dimana pada saat itu fotografi dikenal sebagai kajian ilmu yang sangat baru dan awam bagai masyarakat dunia.

Seorang fotografer harus mempelajari berbagai fungsi anatomi kamera agar dapat mengoperasikannya secara baik. Kesalahan teknis sedikit dapat menyebabkan kegagalan fatal. Tidak berputarnya gulungan roll film dapat menyebabkan semua hasil bidikan tidak terekam, sehingga semua foto tidak dapat tercetak. Kegagalan seperti ini harus dihindari, apalagi bila peristiwa yang dipotret tidak dapat diulang. Perkembangan teknologi yang canggih pada saat ini menyebabkan pengambilan gambar saat ini bisa dilakukan setiap hari hampir 24 jam tanpa memerlukan roll film, dengan teknik pencahayaan pengambilan gambar akan terlihat mudah. Berbagai penemuan tersebut telah mempermudah fotografer untuk berkarya.

Para fotografer sekarang ini juga menjadi lebih kritis untuk membedakan antara karya yang baik dan yang kurang. Usaha untuk menghasilkan karya fotografi yang berkualitas mulai dipikirkan, antara lain dengan cara berpedoman pada komposisi. Penguasaan komposisi yang benar berdasarkan pedoman komposisi akan sangat membantu pemotret pemula untuk melatih kepekaan estetiknya dalam memotret sehingga dihasilkan foto yang memiliki nilai seni lebih daripada sekedar foto biasa. Foto yang asal jepret seringkali hasilnya berkesan biasa saja, hanya menarik minat orang yang berkepentingan. Sedangkan orang lain yang tidak berkepentingan sama sekali tidak tertarik untuk melihatnya.

Pengetahuan mengenai komposisi dapat membantu fotografer untuk menghasilkan foto yang baik. Penerapan komposisi ini dapat dilakukan dengan kamera manual yang tingkat kesulitannya relatif lebih tinggi, semi otomatik yang tingkat kesulitannya sedang atau  full-otomatic camera seperti pocket camera yang sangat mudah penggunaannya. Mata kuliah fotografi merupakan suatu bidang kajian ilmu yang dipelajari dalam perkuliahan Pendidikan Teknik Busana untuk memberikan pengetahuan secara praktis dan teoritis bagaimana menggunakan seuatu kamera, serta mendapatkan gambar atau potret yang baik.


   Pengertian Komposisi dalam Fotografi

Komposisi merupakan salah satu unsur penentu tingginya nilai estetik karya fotografi. Menurut Charpentier (1993), komposisi adalah cara bagaimana gambar membagi sebuah bidang gambar. Penentuan komposisi dilakukan pada saat membidik obyek foto. Untuk itu diperlukan penataan terhadap unsur-unsur yang mempengaruhi kekuatan suatu gambar dalam sebuah bidang gambar, sehingga obyek fotografi dapat tampil sebagai point of interest (pusat perhatian). Lebih dulu mata pengamat karya foto akan dipandu untuk memperhatikan bagian yang menjadi pusat perhatian utama (main point of interest), baru kemudian memperhatikan pusat perhatian kedua (secondary point of interest), sehingga sebagian pesan yang akan kita sampaikan mealui foto dapat diterima dengan baik. Awalnya tentukan dulu satu dominasi yang akan menjadi pusat perhatian utama (main point of interest), karena suatu gambar sebaiknya menceritakan tidak lebih dari sebuah cerita agar tidak kehilangan fokus. Dalam penentuan pusat perhatian (point of interest) perlu diperhatikan unsur-unsur pendukungnya agar mempermudah untuk menentukan apa yang akan ditonjolkan.

Unsur-unsur pendukung komposisi sebagai berikut:

1.      Ujud (shape), yaitu tatanan dua dimensional, mulai dari titik, garis lurus, poligon (garis lurus majemuk/terbuka/tertutup), dan garis lengkung (terbuka, tertutup, lingkaran). Tekniknya dapat berupa kontras pencahayaan yang ekstrim seperti siluet, penonjolan detail-detail benda, mengikutkan subyek menjadi garis luar atau outline dari sebuah tone warna tertentu. Ujud benda dapat diambil dari berbagai posisi kamera, seperti dari bawah subyek. Manipulasi ujud dengan menggunakan berbagai macam lensa, mulai dari lensa sudut lebar hingga lensa fokus panjang atau long-focus. Contohnya adalah foto siluet manusia yang berdiri di tepi pantai menyaksikan matahari terbenam, siluet nelayan yang mempersiapkan diri di saat matahari terbenam di tepi pantai untuk menangkap ikan, atau foto piramid dan Sphinx dengan menonjolkan tekstur batunya di Mesir.



2.      Bentuk (form), yaitu tatanan yang memberikan kesan tiga dimensional, seperti kubus, balok, prisma, dan bola. Dalam fotografi ditunjukkan dengan gradasi cahaya dan bayangan, dan kekuatan warna. Untuk menghasilkan foto yang baik sebaiknya mengambil cahaya samping dengan sudut-sudut tertentu, dan menghindari pencahayaan frontal.



3.      Pola (pattern), yaitu tatanan dari kelompok sejenis yang diulang untuk mengisi bagian tertentu di dalam bingkai foto, sehingga memberikan kesan adanya keseragaman. Contohnya adalah foto segerombolan bebek, tumpukan pot dari tanah liat. 


4.      Tekstur (texture) yaitu tatanan yang memberikan kesan tentang keadaan permukaan suatu benda (halus, kasar, beraturan, tidak beraturan, tajam, lembut, dan seterusnya). Tekstur akan tampak dari gelap terang atau bayangan dan kekontrasan yang timbul dari pencahayaan pada saat pemotretan. Cahaya yang paling baik adalah cahaya langsung matahari pagi dan matahari sore yang merupakan kunci sukses foto lansekap. Contohnya adalah foto close up kembang kol atau tekstur pohon.



5.      Kontras (contrast) atau disebut juga nada, yaitu kesan gelap atau terang yang menentukan suasana (atmosphere/mood), emosi, dan penafsiran sebuah citra. Kontras warna disebabkan oleh warna-warna primer, yaitu merah, biru, dan kuning, atau akibat dari penempatan warna primer terhadap warna komplemennya , seperti hijau, jingga, dan ungu. Meskipun penggunaan warna tergantung pada pengalaman pribadi, namun ada aturan umum bahwa warna yang berat akan menyeimbangkan warna-warna lemah. Warna-warna berat atau keras berkesan penting dan bila digunakan sedikit kontras warna akan ada aksentuasi yang tidak mengganggu keseluruhan warna. Misalnya, foto dedaunan dengan kumbang merah. 






6.      Warna (colour) yaitu unsur warna yang dapat membedakan objek, menentukan mood daripada foto kita, serta memberi nilai tambah untuk menyempurnakan daya tarik. Warna dapat ditimbulkan melalui pilihan pencahayaan serta exposure, sedikit underexposing akan memberikan hasil yang low-key, dan sedikit overexposing atau penggunaan filter warna akan memberikan hasil warna yang kontras. Idealnya, sebuah foto mempunyai satu subyek utama dan satu warna utama, sedang subyek dan warna lainnya merupakan pendukung. Sebuah komposisi yang warnanya terdiri dari tingkat warna sejenis akan menghasilkan foto yang tenang.



Unsur-unsur pendukung komposisi ini sangat dipengaruhi oleh sumber cahaya yang berupa cahaya seadanya, seperti cahaya matahari, lampu jalan atau cahaya dari lampu studio. Perbedaan sumber cahaya dan sudut pencahayaan akan meberikan hasil yang berbeda.



Elemen Komposisi Fotografer

1. Line (Garis)

Garis merupakan unsur komposisi yang paling penting dalam foto. Tanpa ada garis, tidak akan ada bentuk, tanpa ada bentuk tidak aka nada wujud. Dan tanpa ada garis serta bentuk, tidak aka nada pola. Komposisi ingin menimbulkan kesan kedalaman dan kesan gerak pada objek. Garis juga dimaksudkan untuk membawa perhatian pengamat pada subjek utama. Garis dapat berupa lurus, melingkar, melengkung, yang memiliki kesan berbeda-beda. Berikut ini jenis- jenis garis dalam elemen fotografi garis.


  • Garis Horizontal
Garis horizontal dalam sebuah foto dapat memberi kesan stabilitas, tenang, permanen, dan kokoh. Foto horizontal yang populer adalah garis langit dan dataran atau lautan.


  • Garis Vertikal
Garis vertikal memberikan kesan kekuasaan dan tinggi. Sebut saja tiang, gedung bertingkat, pohon, monumen, sebagai contohnya. Hanya saja, untuk komposisi yang baik, hindari meletakkan garis vertikal secara kaku di tengah foto karena akan memberikan kesan membagi foto menjadi dua.


  • Garis Diagonal
Komposisi dengan garis diagonal akan terasa lebih dinamis. Garis ini memberi nafas yang membuat kesan lebih hidup. Garis diagonal juga mempertegas unsur prespektif pada foto. Garis diagonal akan melahirkan efek kedalaman atau tiga dimensi dalam sebuah foto.



  • Garis Lengkung
Garis lengkung bersifat luwes dan dinamis. Garis lengkung lebih hidup disbanding diagonal. Selain itu juga member kesan lembut, rileks, dan bergerak.



2. Shape (Bentuk)

Bentuk adalah merupakan tatanandua dimensional, mulai dari titik, garis, dan pola. Bentuk juga termasuk kontras pencahayaan yang ekstrim seperti siluet, penonjolan detail benda, ataupun mengikutkan subjek menjadi garis luar atau outline dari sebuah tone warna tertentu.



3. Texture (Tekstur)

Tekstur memberikan kesan mengenai keadaan permukaan suatu benda. Bisa halus, kasar, beraturan, tidak beraturan, tajam, atau lembut. Tekstur akan tampak dari gelap terang atau bayangan dan kontras yang timbul dari pencahayaan pada saat pemotretan.



4. Pattern (Pola)

Pola merupakan tatanan dari kelompok sejenis yang diulang untuk mengisi bagian tertentu di dalam bingkai foto. Pola merupakan kesan keseragaman, dengan pola yang diatur sedemikian rupa, maka akan membentuk presepsi dan kesan tersendiri. Terkadang suatu pola akan menampilkan kesan abstrak.






5. Color (Warna)

Warna dapat memberikan kekuatan elemen yang sangat kuat di dalam fotografi. Warna dapat mempengaruhi besar kecilnya sebuah bentuk. Foto dengan tampilan warna-warna yang menarik dapat memberikan foto terasa ‘lebih hidup’ dan memiliki banyak nuansa. Warna mengandung nilai, nada dan corak. Warna dapat mempengaruhi emosi serta pengaruh latar belakang terhadap warna yang dilihat. Warna dapat menipu pandangan karena warna dapat tampil pasif atau menyolok, tampil ke depan atau belakang.

Warna dalam fotografi ada 2 macam :

  • Vivid color
Vivid color memiliki karakter warna yang ditimbulkan seakan berteriak, bersemangat, riang, ramai dan terlihat bernuansa keras.



  • Pastel color
Pastel color merupakan warna yang memiliki karakter tentram, teduh, halus dan bernuansa lembut.



6. Framing (Bingkai)

Framing merupakan salah satu komposisi foto yang populer. Foto seolah-olah diberikan bingkai yang menggunakan objek-objek yang ada disekitar. Bisa saja dengan tumbuhan, pintu, jendela, terowongan dan lain-lain. Framing akan mengarahkan perhatian orang yang melihat foto akan langsung tertuju pada objek utama.



 JENIS-JENIS KOMPOSISI

Dari satu obyek yang sama dapat dihasilkan berbagai macam komposisi. Hasil pemotretan sebuah obyek dengan sudut pengambilan dari sisi kiri akan berbeda dibandingkan dari sisi kanan, berbeda pula bila diambil dari sisi atas, dan bawah. Perbedaan sudut pengambilan gambar akan membedakan hasil gambar. Cara pemotretan demikian dapat memberikan beberapa alternatif karya untuk dapat dipilih yang terbaik bagi suatu keperluan pemotretan.

Ada beberapa macam komposisi yang dapat dipergunakan dalam memotret obyek, antara lain komposisi simetris, asimetris (tidak simetris), sentral, diagonal, vertikal, dan horizontal.

1. Komposisi simetris

2. Komposisi asimetris (tidak simetris)

3. Komposisi sentral

4. Komposisi diagonal

5. Komposisi vertikal

6. Komposisi horizontal



 PEDOMAN KOMPOSISI

Ada beberapa pedoman sederhana dalam menentukan komposisi, yaitu

1.      Ruangan gambar dibagi menjadi tiga bagian, vertikal dan horizontal dengan garis-garis khayal. Titik-titik dimana garis-garis berpotongan merupakan tempat terbaik untuk meletakkan obyel-obyek utama dan obyek tambahan. Sebuah gambar dengan obyek utama berada di pusat ruangan kurang menarik untuk dipandang.

2.      Garis sejajar horizontal akan mengarahkan mata langsung ke luar gambar dan dengan demikian dapat merusak suasana. Sebaiknya digunakan garis-garis sejajar vertikal (seperti batang pohon) yang ditarik dari atas ke bawah asalkan mereka diseling pada titik-titik tertentu.

3.       Garis-garis yang berpotongan akan menjuruskan mata ke arah sudut. Jika mereka tidak berpotongan akan menjuruskan mata  ke arah titik pada gambar dimana mereka sebenarnya akan dapat berpotongan jika dikehendaki. Garis-garis yang paling berhasil pada komposisi yang baik ialah yang melintang diagonal pada gambar.

4.      Daerah-daerah yang penting sebaiknya tidak sama luasnya. Jangan sekali-kali membagi gambar tepat setengah cakrawala atau kaki langit. Letakkan agak ke bawah sepertiga atau ke atas duapertiga. Misalnya memotret matahari terbenam dari tepi pantai.

5.      Arah mencari cahaya. Daerah putih atau terang pada latar belakang yang gelap akan menarik mata lebih kuat daripada tempat gelap pada latar belakang yang cemerlang.

6.      Gambar disusun demikian rupa sehingga mata akan diarahkan pada titik pusat perhatian utama.

7.      Orang atau obyek apapun yang menghadap ke arah tertentu hendaknya mempunyai ruangan yang lebih besar di depannya daripada di belakang, sehingga berkesan orang itu memandang atau menuju ke suatu tujuan tertentu.

     Praktek penggunaan komposisi di lapangan sebaiknya diawali dengan mengasah kepekaan estetik melalui kliping karya-karya fotografi yang pernah dikumpulkan. Kegiatan ini dapat ditingkatkan dengan mencoba untuk meng ‘croping’ (membuang) bagian-bagian foto yang tidak perlu


PENERAPAN KOMPOSISI DALAM FOTOGRAFI

Penerapan komposisi fotografi ini tersusun dengan mempelajari elemen- elemen komposisi diatas, oleh karena itu penerapan komposisi fotografi ini merupakan faktor yang sangat penting untuk menciptakan karya foto yang baik dan menarik.

Menurut Edison Paulus (2011), Penerapan komposisi dalam pemotretan yaitu:

1.      Komposisi Sepertiga Bagian ( Rule of Thirds )

Komposisi ini didapat dari hasil membagi bidang gambar dalam tiga bagian yang sama besar baik horizontal dan vertikal. Bayangkan ada garis-garis panduan yang membentuk sembilan buah empat persegi panjang yang sama besar pada sebuah foto. Elemen-elemen gambar yang muncul di sudut- sudut persegi panjang pusat akan mendapatkan daya tarik maksimum. Pada aturan umum fotografi, sepertiga bagian adalah teknik dimana kita menempatkan objek pada sepertiga bagian bidang foto. Dan di salah satu titik perpotongan inilah objek menjadi point of interest ditempatkan.



2. Format Vertikal dan Horizontal

Format vertikal dan horizontal adalah format yang akan ditampilkan dalam sebuah karya fotografi. Untuk mengabadikan sebuah foto secara vertikal dan horizontal ini bergantung kepada elemen apa saja yang akan dimasukan atau dikeluarkan dari frame. Tidak ada yang benar atau salah, ini berhubungan dengan selera dan apa yang hendak disampaikan kepada pengamat foto.

3. Dinamis dan Statis

Komposisi ini tidak ada hubungan dengan gerakan atau diam, tapi lebih kepada penempatan objek yang akan di potret. Komposisi dinamis artinya objek foto kita tempatkan bukan pada bagian tengah bidang foto, tetapi lebih ke pinggir atau kebawah dengan menyisakan ruang lebih luas. Sedangkan pada komposisi statis, objek kita tempatkan pada tengah-tengah bidang gambar. Secara umum komposisi dinamis jauh lebih menarik dilihat dan lebih bagus, namun bukan berarti komposisi statis kurang baik. 


4. POI ( Point Of Interest )

Point of interst harus memiliki sifat eye-cutching atau menarik perhatian agar mata terpaksa melihat bagian tersebut. Eye-cutching dapat berupa objek yang paling besar, paling cerah, paling tajam, paling menarik, atau paling aneh dari objek foto yang ditampilkan.

5. Sudut Pemotretan ( Angle of View )

Sudut pengambilan objek adalah salah satu unsur yang membangun sebuah komposisi foto. Sudut pengambilan objek ini sangat ditentukan oleh tujuan pemotretan. Oleh karena itu jika kita mendapatkan suatu momen dan ingin mendapatkan hasil yang terbaik, jangan pernah takut untuk memotret dari berbagai sudut pandang. Angle of view juga mempengaruhi karakter objek yang difoto. Misalnya jika objek dipotret dari atas maka objek akan terlihat tampak kecil. Sebaliknya jika objek dipotret dari bawah maka akan terlihat tampak gagah dan monumental.
Menurut Budhi Santoso (2010) beberapa sudut pemotretan yang digunakan oleh fotografer , yaitu :

  • Eye Level Viewing


Eye level viewing adalah sudut pengambilan foto yang paling umum dilakukan, yaitu pemotretan sebatas mata pada posisi berdiri. Hasilnya tidak menimbulkan efek-efek khusus yang terlihat menonjol, kecuali efek-efek yang timbul oleh pengguna lensa tertentu.

  •  Bird Eye Viewing


Bird Eye Viewing yaitu objek dibidik dari atas. Efek yang tampak subjek terlihat rendah, pendek dan kecil. Biasanya digunakan untuk memotret suatu lokasi atau landscape. 






  • Low Angle Camera


Pemotretan dilakukan dari bawah. Efek yang ditimbulkan adalah distorsi perspektif yang secara teknis dapat menurunkan kualitas gambar. Namun bagi fotografer yang kreatif, bisa menghasilkan efek yang khusus.


  • Frog Eye Viewing
Sudut pengambilan objek dari bawah sebatas penglihat mata katak. Pada posisi ini kamera berada dibawah, hampir sejajar dengan tanah dan tidak dihadapkan keatas tapi mendatar dan dilakukan dengan tiarap atau duduk.

  • Waist Level Viewing
Pemotretan yang dilakukan sebatas pinggang. Arah lensa disesuaikan dengan arah mata. Sudut pengambilan seperti ini biasanya digunakan untuk foto candid dan bersifat spekulatif.

  • High Handheld Position

Pemotretan yang dilakukan dengan cara mengangkat kamera tinggi-tinggi dengan kedua tangan tanpa membidik. Ada unsur spekulatif juga dalam pengambilan sudut ini. Pengambilan sudut ini biasanya digunakan dalam pemotretan objek atau tempat keramaian seperti konser musik.

  •  Ruang Pandang (Field Of View)

Dalam fotografi field of view adalah perspektif visual yang nampak oleh indera penglihatan kita melalui (kamera) pada posisi dan orientasi tertentu.



PENTINGNYA KOMPOAIAI DALAM FOTOGRAFI

1.      Fokus pada objek

Komposisi dalam fotografi berfungsi sebagai fokus pada hasil gambar. Seorang fotografer akan melatih kepekaan penikmat foto dalam memahami gambar tersebut dengan memberikan fokus-fokus tertentu pada objek. 

2.      Memaknai pesan pada objek

Tujuan komposisi dalam fotografi yang kedua adalah memaknai pesan pada objek. Seorang fotografer akan mengambil objek sederhana menjadi luar biasa dengan bantuan objek-objek yang ada di sekitarnya, sehingga objek yang sederhana akan terlibat bercerita dan memberikan pesan yang menarik. 

3.      Mendramatisir objek

Mendramatisir objek berarti mengambil gambar objek dengan kondisi atau situasi yang dilebih-lebihkan dari kondisi yang sebenarnya, sehingga terkesan drama. Hal ini berfungsi untuk memperindah suatu foto dan memiliki isi pesan yang menarik.

4.      Menambah nilai estetika pada objek

Komposisi fotografi merupakan sebuah teknik yang biasa digunakan oleh fotografer untuk memposisikan objek agar sesuai dengan ruang pada lensa kamera. Komposisi fotografi berfungsi untuk menempatkan, meletakkan, memposisikan suatu objek agar nilai estetika pada objek terlihat pada foto.

5.      Memperkuat kesan pada objek

Komposisi dalam fotografi berfungsi untuk memperkuat kesan yang ingin digambarkan pada objek. Fotografi merupakan seni gambar yang dapat bercerita melalui tampilan objek-objek di foto, sehingga objek tersebut terlihat hidup dan mampu menampilkan pesan-pesan dan kesan yang dapat menguji kepekaan manusia melalui gambar. Setiap fotografer memiliki cara masing-masing untuk memperkuat kesan dalam foto sesuai dengan seleranya masing-masing.

6.      Membuat perasaan bahagia

Terkadang perasaan manusia dapat berubah-ubah dengan cepat. Tujuan komposisi fotografi kali ini berhubungan dengan perasaan manusia. Fotografi yang berbentuk gambar ini dapat menumbuhkan perasaan positif kepada manusia yang melihatnya seperti warna-warna pada objek, garis atau pola yang berbentuk pada objek, keindahan tempat yang sesuai dengan posisi objek, dan lainnya. Manusia dapat merasa bahagia apabila melihat suatu gambar yang bersifat estetik atau indah. 

7.      Memposisikan objek

Komposisi fotografi yang juga menjadi salah satu teknik dasar dalam ilmu fotografi. Tujuannya adalah untuk memposisikan objek agar sesuai dengan keinginan sang fotografer. Suatu objek harus disesuaikan dengan maknanya. Misalnya, jika kita ingin mengambil objek seorang prajurit yang dikenal tegas, gagah, dan berwibawa. Angle atau sudut yang diambil adalah kamera dari bawah mengarah ke atas (Low Angle) untuk memberikan kesan tegas. Sedangkan, jika menggunakan teknik yang lain pesan yang disampaikan mengenai objek kurang terlihat.

8.      Memahami ilmu fotografi

Seorang pemula yang terjun ke dunia jurnalistik atau fotografi biasanya dibekali berbegai ilmu-Ilmu fotografi dasar. Salah satunya adalah komposisi dalam fotografi. Komposisi fotografi merupakan suatu teknik untuk menempatkan posisi objek agar sesuai dengan bingkai pada foto yang akan disesuaikan dengan kamera. Komposisi fotografi bermanfaat sebagai dasar-dasar ilmu oleh pemula fotografi agar foto yang dihasilkan menjadi bagus. 

9.      Memperlihatkan detail foto

Seorang fotografer menghasilkan karya fotografi sesuai dengan seleranya masing-masing. Komposisi berfungsi untuk membantu seorang fotografer menjelaskan detail-detail foto yang bercerita. Tidak hanya fokus kepada objek utama, foto yang bercerita juga membutuhkan objek-objek pendukung lainnya dan lokasi yang berbeda. Komposisi fotografi ini dapat memperlihatkan detail-detail objek tersebut. Misalnya, seorang fotografer yang ingin mengambil tema human interest dengan mengambil fokus utama seorang bapak tua yang bekerja sebagai pemulung dan objek-objek pendukungnya seperti lingkungan yang penuh dengan sampah, peralatan untuk bekerja, dan rumah yang kumuh. Sehingga seorang penikmat foto tertarik. 

10.  Mempermudah pengambilan gambar

Seorang pemula yang ingin mempelajari dunia fotografi tentu akan dipermudah dengan memperlajari teknik-teknik fotografi dan komposisi fotografi. Komposisi fotografi ini bermanfaat bagi pemula karena materinya berupa tata cara mengambil gambar yang baik dengan perpaduan gradasi warna, garis, pola, posisi objek, pencahayaan, dan teknik-teknik lainnya.

jadiiii..... dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa  komposisi berperan besar dalam menghasilkan foto yang berkualitas. Penerapan komposisi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan fotografer. Hal ini dapat mulai diasah sejak dini oleh para fotografer muda secara intensif agar kepekaan estetisnya terlatih dengan baik. Dengan demikian, akan dihasilkan foto yang lebih estetik dan menarik diamati oleh dirinya sendiri maupun orang lain. semoga penjelasan diatas bermanfaat ya gais! jangan lupa untuk selalu mencoba menerapkan komposisi-komposisi itu daalam potretanmu, pasti hasilnya akan lebih maksimal dan kece abis ! :D