haloooo guysss! di postingan saya kali ini saya akan membahas meengenai komposisi dalam fashion fotografi hingga mengapa sih kita harus memperhatikan dan mengetahui komposisi dalam fashion fotografii, yuk simak pembahasan dibawah ini ! :)
Sekarang ini era digital dan teknologi semakin pesat perkembangannya,
salah satunya yaitu fotografi sebagai salah satu faktor pendukung perkembangan
tersebut. Sejak diperkenalkannya fotografi pada tahun 1826, dimana pada saat
itu fotografi dikenal sebagai kajian ilmu yang sangat baru dan awam bagai
masyarakat dunia.
Seorang fotografer harus mempelajari berbagai fungsi anatomi kamera agar
dapat mengoperasikannya secara baik. Kesalahan teknis sedikit dapat menyebabkan
kegagalan fatal. Tidak berputarnya gulungan roll film dapat menyebabkan semua hasil
bidikan tidak terekam, sehingga semua foto tidak dapat tercetak. Kegagalan
seperti ini harus dihindari, apalagi bila peristiwa yang dipotret tidak dapat
diulang. Perkembangan teknologi yang canggih pada saat ini menyebabkan pengambilan
gambar saat ini bisa dilakukan setiap hari hampir 24 jam tanpa memerlukan roll
film, dengan teknik pencahayaan pengambilan gambar akan terlihat mudah.
Berbagai penemuan tersebut telah mempermudah fotografer untuk berkarya.
Para fotografer sekarang ini juga menjadi lebih kritis untuk membedakan
antara karya yang baik dan yang kurang. Usaha untuk menghasilkan karya
fotografi yang berkualitas mulai dipikirkan, antara lain dengan cara berpedoman
pada komposisi. Penguasaan komposisi yang benar berdasarkan pedoman komposisi akan
sangat membantu pemotret pemula untuk melatih kepekaan estetiknya dalam
memotret sehingga dihasilkan foto yang memiliki nilai seni lebih daripada
sekedar foto biasa. Foto yang asal jepret seringkali hasilnya berkesan biasa
saja, hanya menarik minat orang yang berkepentingan. Sedangkan orang lain yang
tidak berkepentingan sama sekali tidak tertarik untuk melihatnya.
Pengetahuan mengenai komposisi dapat membantu fotografer untuk
menghasilkan foto yang baik. Penerapan komposisi ini dapat dilakukan dengan kamera
manual yang tingkat kesulitannya relatif lebih tinggi, semi otomatik yang
tingkat kesulitannya sedang atau
full-otomatic camera seperti pocket camera yang sangat mudah
penggunaannya. Mata kuliah fotografi merupakan suatu bidang kajian ilmu yang
dipelajari dalam perkuliahan Pendidikan Teknik Busana untuk memberikan
pengetahuan secara praktis dan teoritis bagaimana menggunakan seuatu kamera,
serta mendapatkan gambar atau potret yang baik.
Pengertian Komposisi dalam
Fotografi
Komposisi
merupakan salah satu unsur penentu tingginya nilai estetik karya fotografi.
Menurut Charpentier (1993), komposisi adalah cara bagaimana gambar membagi
sebuah bidang gambar. Penentuan komposisi dilakukan pada saat membidik obyek
foto. Untuk itu diperlukan penataan terhadap unsur-unsur yang mempengaruhi
kekuatan suatu gambar dalam sebuah bidang gambar, sehingga obyek fotografi
dapat tampil sebagai point of interest (pusat perhatian). Lebih dulu mata
pengamat karya foto akan dipandu untuk memperhatikan bagian yang menjadi pusat
perhatian utama (main point of interest), baru kemudian memperhatikan pusat
perhatian kedua (secondary point of interest), sehingga sebagian pesan yang
akan kita sampaikan mealui foto dapat diterima dengan baik. Awalnya tentukan
dulu satu dominasi yang akan menjadi pusat perhatian utama (main point of
interest), karena suatu gambar sebaiknya menceritakan tidak lebih dari sebuah
cerita agar tidak kehilangan fokus. Dalam penentuan pusat perhatian (point of
interest) perlu diperhatikan unsur-unsur pendukungnya agar mempermudah untuk
menentukan apa yang akan ditonjolkan.
Unsur-unsur
pendukung komposisi sebagai berikut:
1.
Ujud (shape), yaitu tatanan dua
dimensional, mulai dari titik, garis lurus, poligon (garis lurus
majemuk/terbuka/tertutup), dan garis lengkung (terbuka, tertutup, lingkaran).
Tekniknya dapat berupa kontras pencahayaan yang ekstrim seperti siluet,
penonjolan detail-detail benda, mengikutkan subyek menjadi garis luar atau
outline dari sebuah tone warna tertentu. Ujud benda dapat diambil dari berbagai
posisi kamera, seperti dari bawah subyek. Manipulasi ujud dengan menggunakan
berbagai macam lensa, mulai dari lensa sudut lebar hingga lensa fokus panjang
atau long-focus. Contohnya adalah foto siluet manusia yang berdiri di tepi
pantai menyaksikan matahari terbenam, siluet nelayan yang mempersiapkan diri di
saat matahari terbenam di tepi pantai untuk menangkap ikan, atau foto piramid
dan Sphinx dengan menonjolkan tekstur batunya di Mesir.

2.
Bentuk (form), yaitu tatanan
yang memberikan kesan tiga dimensional, seperti kubus, balok, prisma, dan bola.
Dalam fotografi ditunjukkan dengan gradasi cahaya dan bayangan, dan kekuatan
warna. Untuk menghasilkan foto yang baik sebaiknya mengambil cahaya samping
dengan sudut-sudut tertentu, dan menghindari pencahayaan frontal.
3.
Pola (pattern), yaitu tatanan
dari kelompok sejenis yang diulang untuk mengisi bagian tertentu di dalam
bingkai foto, sehingga memberikan kesan adanya keseragaman. Contohnya adalah
foto segerombolan bebek, tumpukan pot dari tanah liat.
4.
Tekstur (texture) yaitu tatanan
yang memberikan kesan tentang keadaan permukaan suatu benda (halus, kasar,
beraturan, tidak beraturan, tajam, lembut, dan seterusnya). Tekstur akan tampak
dari gelap terang atau bayangan dan kekontrasan yang timbul dari pencahayaan
pada saat pemotretan. Cahaya yang paling baik adalah cahaya langsung matahari
pagi dan matahari sore yang merupakan kunci sukses foto lansekap. Contohnya
adalah foto close up kembang kol atau tekstur pohon.

5.
Kontras (contrast) atau disebut
juga nada, yaitu kesan gelap atau terang yang menentukan suasana
(atmosphere/mood), emosi, dan penafsiran sebuah citra. Kontras warna disebabkan
oleh warna-warna primer, yaitu merah, biru, dan kuning, atau akibat dari
penempatan warna primer terhadap warna komplemennya , seperti hijau, jingga, dan
ungu. Meskipun penggunaan warna tergantung pada pengalaman pribadi, namun ada
aturan umum bahwa warna yang berat akan menyeimbangkan warna-warna lemah.
Warna-warna berat atau keras berkesan penting dan bila digunakan sedikit
kontras warna akan ada aksentuasi yang tidak mengganggu keseluruhan warna.
Misalnya, foto dedaunan dengan kumbang merah.

6.
Warna (colour) yaitu unsur
warna yang dapat membedakan objek, menentukan mood daripada foto kita, serta
memberi nilai tambah untuk menyempurnakan daya tarik. Warna dapat ditimbulkan
melalui pilihan pencahayaan serta exposure, sedikit underexposing akan
memberikan hasil yang low-key, dan sedikit overexposing atau penggunaan filter
warna akan memberikan hasil warna yang kontras. Idealnya, sebuah foto mempunyai
satu subyek utama dan satu warna utama, sedang subyek dan warna lainnya
merupakan pendukung. Sebuah komposisi yang warnanya terdiri dari tingkat warna
sejenis akan menghasilkan foto yang tenang.
Unsur-unsur
pendukung komposisi ini sangat dipengaruhi oleh sumber cahaya yang berupa
cahaya seadanya, seperti cahaya matahari, lampu jalan atau cahaya dari lampu
studio. Perbedaan sumber cahaya dan sudut pencahayaan akan meberikan hasil yang
berbeda.
Elemen Komposisi Fotografer
1.
Line (Garis)
Garis
merupakan unsur komposisi yang paling penting dalam foto. Tanpa ada garis,
tidak akan ada bentuk, tanpa ada bentuk tidak aka nada wujud. Dan tanpa ada
garis serta bentuk, tidak aka nada pola. Komposisi ingin menimbulkan kesan
kedalaman dan kesan gerak pada objek. Garis juga dimaksudkan untuk membawa
perhatian pengamat pada subjek utama. Garis dapat berupa lurus, melingkar,
melengkung, yang memiliki kesan berbeda-beda. Berikut ini jenis- jenis garis
dalam elemen fotografi garis.
Garis
horizontal dalam sebuah foto dapat memberi kesan stabilitas, tenang, permanen,
dan kokoh. Foto horizontal yang populer adalah garis langit dan dataran atau
lautan.
Garis
vertikal memberikan kesan kekuasaan dan tinggi. Sebut saja tiang, gedung
bertingkat, pohon, monumen, sebagai contohnya. Hanya saja, untuk komposisi yang
baik, hindari meletakkan garis vertikal secara kaku di tengah foto karena akan
memberikan kesan membagi foto menjadi dua.
Komposisi
dengan garis diagonal akan terasa lebih dinamis. Garis ini memberi nafas yang
membuat kesan lebih hidup. Garis diagonal juga mempertegas unsur prespektif
pada foto. Garis diagonal akan melahirkan efek kedalaman atau tiga dimensi
dalam sebuah foto.
Garis
lengkung bersifat luwes dan dinamis. Garis lengkung lebih hidup disbanding
diagonal. Selain itu juga member kesan lembut, rileks, dan bergerak.
2.
Shape (Bentuk)
Bentuk
adalah merupakan tatanandua dimensional, mulai dari titik, garis, dan pola.
Bentuk juga termasuk kontras pencahayaan yang ekstrim seperti siluet,
penonjolan detail benda, ataupun mengikutkan subjek menjadi garis luar atau
outline dari sebuah tone warna tertentu.
3.
Texture (Tekstur)
Tekstur
memberikan kesan mengenai keadaan permukaan suatu benda. Bisa halus, kasar,
beraturan, tidak beraturan, tajam, atau lembut. Tekstur akan tampak dari gelap
terang atau bayangan dan kontras yang timbul dari pencahayaan pada saat pemotretan.
4.
Pattern (Pola)
Pola
merupakan tatanan dari kelompok sejenis yang diulang untuk mengisi bagian
tertentu di dalam bingkai foto. Pola merupakan kesan keseragaman, dengan pola
yang diatur sedemikian rupa, maka akan membentuk presepsi dan kesan tersendiri.
Terkadang suatu pola akan menampilkan kesan abstrak.
5.
Color (Warna)
Warna
dapat memberikan kekuatan elemen yang sangat kuat di dalam fotografi. Warna
dapat mempengaruhi besar kecilnya sebuah bentuk. Foto dengan tampilan
warna-warna yang menarik dapat memberikan foto terasa ‘lebih hidup’ dan
memiliki banyak nuansa. Warna mengandung nilai, nada dan corak. Warna dapat
mempengaruhi emosi serta pengaruh latar belakang terhadap warna yang dilihat.
Warna dapat menipu pandangan karena warna dapat tampil pasif atau menyolok,
tampil ke depan atau belakang.
Warna
dalam fotografi ada 2 macam :
Vivid
color memiliki karakter warna yang ditimbulkan seakan berteriak, bersemangat,
riang, ramai dan terlihat bernuansa keras.
Pastel
color merupakan warna yang memiliki karakter tentram, teduh, halus dan
bernuansa lembut.
6.
Framing (Bingkai)
Framing
merupakan salah satu komposisi foto yang populer. Foto seolah-olah diberikan
bingkai yang menggunakan objek-objek yang ada disekitar. Bisa saja dengan
tumbuhan, pintu, jendela, terowongan dan lain-lain. Framing akan mengarahkan
perhatian orang yang melihat foto akan langsung tertuju pada objek utama.
JENIS-JENIS KOMPOSISI
Dari
satu obyek yang sama dapat dihasilkan berbagai macam komposisi. Hasil
pemotretan sebuah obyek dengan sudut pengambilan dari sisi kiri akan berbeda
dibandingkan dari sisi kanan, berbeda pula bila diambil dari sisi atas, dan
bawah. Perbedaan sudut pengambilan gambar akan membedakan hasil gambar. Cara
pemotretan demikian dapat memberikan beberapa alternatif karya untuk dapat
dipilih yang terbaik bagi suatu keperluan pemotretan.
Ada
beberapa macam komposisi yang dapat dipergunakan dalam memotret obyek, antara
lain komposisi simetris, asimetris (tidak simetris), sentral, diagonal,
vertikal, dan horizontal.
1.
Komposisi simetris
2.
Komposisi asimetris (tidak simetris)
3.
Komposisi sentral
4.
Komposisi diagonal
5.
Komposisi vertikal
6.
Komposisi horizontal
PEDOMAN KOMPOSISI
Ada beberapa pedoman sederhana dalam menentukan komposisi,
yaitu
1.
Ruangan gambar dibagi menjadi
tiga bagian, vertikal dan horizontal dengan garis-garis khayal. Titik-titik
dimana garis-garis berpotongan merupakan tempat terbaik untuk meletakkan
obyel-obyek utama dan obyek tambahan. Sebuah gambar dengan obyek utama berada
di pusat ruangan kurang menarik untuk dipandang.
2.
Garis sejajar horizontal akan
mengarahkan mata langsung ke luar gambar dan dengan demikian dapat merusak
suasana. Sebaiknya digunakan garis-garis sejajar vertikal (seperti batang
pohon) yang ditarik dari atas ke bawah asalkan mereka diseling pada titik-titik
tertentu.
3.
Garis-garis yang berpotongan akan menjuruskan
mata ke arah sudut. Jika mereka tidak berpotongan akan menjuruskan mata ke arah titik pada gambar dimana mereka
sebenarnya akan dapat berpotongan jika dikehendaki. Garis-garis yang paling
berhasil pada komposisi yang baik ialah yang melintang diagonal pada gambar.
4.
Daerah-daerah yang penting
sebaiknya tidak sama luasnya. Jangan sekali-kali membagi gambar tepat setengah
cakrawala atau kaki langit. Letakkan agak ke bawah sepertiga atau ke atas
duapertiga. Misalnya memotret matahari terbenam dari tepi pantai.
5.
Arah mencari cahaya. Daerah
putih atau terang pada latar belakang yang gelap akan menarik mata lebih kuat
daripada tempat gelap pada latar belakang yang cemerlang.
6.
Gambar disusun demikian rupa
sehingga mata akan diarahkan pada titik pusat perhatian utama.
7.
Orang atau obyek apapun yang
menghadap ke arah tertentu hendaknya mempunyai ruangan yang lebih besar di
depannya daripada di belakang, sehingga berkesan orang itu memandang atau
menuju ke suatu tujuan tertentu.
Praktek penggunaan komposisi di lapangan
sebaiknya diawali dengan mengasah kepekaan estetik melalui kliping karya-karya
fotografi yang pernah dikumpulkan. Kegiatan ini dapat ditingkatkan dengan
mencoba untuk meng ‘croping’ (membuang) bagian-bagian foto yang tidak perlu
PENERAPAN KOMPOSISI DALAM
FOTOGRAFI
Penerapan komposisi fotografi ini tersusun dengan mempelajari elemen- elemen
komposisi diatas, oleh karena itu penerapan komposisi fotografi ini merupakan
faktor yang sangat penting untuk menciptakan karya foto yang baik dan menarik.
Menurut
Edison Paulus (2011), Penerapan komposisi dalam pemotretan yaitu:
1. Komposisi
Sepertiga Bagian ( Rule of Thirds )
Komposisi
ini didapat dari hasil membagi bidang gambar dalam tiga bagian yang sama besar
baik horizontal dan vertikal. Bayangkan ada garis-garis panduan yang membentuk
sembilan buah empat persegi panjang yang sama besar pada sebuah foto.
Elemen-elemen gambar yang muncul di sudut- sudut persegi panjang pusat akan
mendapatkan daya tarik maksimum. Pada aturan umum fotografi, sepertiga bagian
adalah teknik dimana kita menempatkan objek pada sepertiga bagian bidang foto.
Dan di salah satu titik perpotongan inilah objek menjadi point of interest
ditempatkan.
2. Format Vertikal dan Horizontal
Format vertikal dan horizontal adalah format yang
akan ditampilkan dalam sebuah karya fotografi. Untuk mengabadikan sebuah foto
secara vertikal dan horizontal ini bergantung kepada elemen apa saja yang akan
dimasukan atau dikeluarkan dari frame. Tidak ada yang benar atau salah, ini
berhubungan dengan selera dan apa yang hendak disampaikan kepada pengamat foto.
3. Dinamis dan Statis
Komposisi ini tidak ada hubungan dengan gerakan
atau diam, tapi lebih kepada penempatan objek yang akan di potret. Komposisi
dinamis artinya objek foto kita tempatkan bukan pada bagian tengah bidang foto,
tetapi lebih ke pinggir atau kebawah dengan menyisakan ruang lebih luas.
Sedangkan pada komposisi statis, objek kita tempatkan pada tengah-tengah bidang
gambar. Secara umum komposisi dinamis jauh lebih menarik dilihat dan lebih
bagus, namun bukan berarti komposisi statis kurang baik.
4. POI ( Point Of Interest )
Point of interst harus memiliki sifat eye-cutching
atau menarik perhatian agar mata terpaksa melihat bagian tersebut. Eye-cutching
dapat berupa objek yang paling besar, paling cerah, paling tajam, paling
menarik, atau paling aneh dari objek foto yang ditampilkan.
5. Sudut Pemotretan ( Angle of View )
Sudut pengambilan objek adalah salah satu unsur
yang membangun sebuah komposisi foto. Sudut pengambilan objek ini sangat
ditentukan oleh tujuan pemotretan. Oleh karena itu jika kita mendapatkan suatu
momen dan ingin mendapatkan hasil yang terbaik, jangan pernah takut untuk
memotret dari berbagai sudut pandang. Angle of view juga mempengaruhi karakter
objek yang difoto. Misalnya jika objek dipotret dari atas maka objek akan
terlihat tampak kecil. Sebaliknya jika objek dipotret dari bawah maka akan
terlihat tampak gagah dan monumental.
Menurut Budhi Santoso (2010) beberapa sudut
pemotretan yang digunakan oleh fotografer , yaitu :
Eye level viewing adalah sudut pengambilan foto
yang paling umum dilakukan, yaitu pemotretan sebatas mata pada posisi berdiri.
Hasilnya tidak menimbulkan efek-efek khusus yang terlihat menonjol, kecuali
efek-efek yang timbul oleh pengguna lensa tertentu.
Bird Eye Viewing yaitu objek dibidik dari atas.
Efek yang tampak subjek terlihat rendah, pendek dan kecil. Biasanya digunakan
untuk memotret suatu lokasi atau landscape.
Pemotretan dilakukan dari bawah. Efek yang
ditimbulkan adalah distorsi perspektif yang secara teknis dapat menurunkan
kualitas gambar. Namun bagi fotografer yang kreatif, bisa menghasilkan efek
yang khusus.
Sudut pengambilan objek dari bawah sebatas
penglihat mata katak. Pada posisi ini kamera berada dibawah, hampir sejajar
dengan tanah dan tidak dihadapkan keatas tapi mendatar dan dilakukan dengan
tiarap atau duduk.
Pemotretan yang dilakukan sebatas pinggang. Arah
lensa disesuaikan dengan arah mata. Sudut pengambilan seperti ini biasanya
digunakan untuk foto candid dan bersifat spekulatif.
Pemotretan yang dilakukan dengan cara mengangkat
kamera tinggi-tinggi dengan kedua tangan tanpa membidik. Ada unsur spekulatif
juga dalam pengambilan sudut ini. Pengambilan sudut ini biasanya digunakan dalam
pemotretan objek atau tempat keramaian seperti konser musik.
- Ruang Pandang (Field Of View)
Dalam fotografi field of view adalah perspektif
visual yang nampak oleh indera penglihatan kita melalui (kamera) pada posisi
dan orientasi tertentu.
PENTINGNYA KOMPOAIAI DALAM
FOTOGRAFI
1. Fokus pada objek
Komposisi dalam fotografi berfungsi sebagai
fokus pada hasil gambar. Seorang fotografer akan melatih kepekaan penikmat foto
dalam memahami gambar tersebut dengan memberikan fokus-fokus tertentu pada
objek.
2. Memaknai pesan pada objek
Tujuan komposisi dalam fotografi yang kedua
adalah memaknai pesan pada objek. Seorang fotografer akan mengambil objek
sederhana menjadi luar biasa dengan bantuan objek-objek yang ada di sekitarnya,
sehingga objek yang sederhana akan terlibat bercerita dan memberikan pesan yang
menarik.
3. Mendramatisir objek
Mendramatisir objek berarti mengambil gambar
objek dengan kondisi atau situasi yang dilebih-lebihkan dari kondisi yang
sebenarnya, sehingga terkesan drama. Hal ini berfungsi untuk memperindah suatu
foto dan memiliki isi pesan yang menarik.
4. Menambah nilai estetika
pada objek
Komposisi fotografi merupakan sebuah teknik
yang biasa digunakan oleh fotografer untuk memposisikan objek agar sesuai
dengan ruang pada lensa kamera. Komposisi fotografi berfungsi untuk
menempatkan, meletakkan, memposisikan suatu objek agar nilai estetika pada
objek terlihat pada foto.
5. Memperkuat kesan pada objek
Komposisi dalam fotografi berfungsi untuk
memperkuat kesan yang ingin digambarkan pada objek. Fotografi merupakan seni
gambar yang dapat bercerita melalui tampilan objek-objek di foto, sehingga
objek tersebut terlihat hidup dan mampu menampilkan pesan-pesan dan kesan yang
dapat menguji kepekaan manusia melalui gambar. Setiap fotografer memiliki cara
masing-masing untuk memperkuat kesan dalam foto sesuai dengan seleranya
masing-masing.
6. Membuat perasaan bahagia
Terkadang perasaan manusia dapat berubah-ubah
dengan cepat. Tujuan komposisi fotografi kali ini berhubungan dengan perasaan
manusia. Fotografi yang berbentuk gambar ini dapat menumbuhkan perasaan positif
kepada manusia yang melihatnya seperti warna-warna pada objek, garis atau pola
yang berbentuk pada objek, keindahan tempat yang sesuai dengan posisi objek,
dan lainnya. Manusia dapat merasa bahagia apabila melihat suatu gambar yang
bersifat estetik atau indah.
7. Memposisikan objek
Komposisi fotografi yang juga menjadi salah
satu teknik dasar dalam ilmu fotografi. Tujuannya adalah untuk memposisikan
objek agar sesuai dengan keinginan sang fotografer. Suatu objek harus
disesuaikan dengan maknanya. Misalnya, jika kita ingin mengambil objek seorang
prajurit yang dikenal tegas, gagah, dan berwibawa. Angle atau sudut yang
diambil adalah kamera dari bawah mengarah ke atas (Low Angle) untuk
memberikan kesan tegas. Sedangkan, jika menggunakan teknik yang lain pesan yang
disampaikan mengenai objek kurang terlihat.
8. Memahami ilmu fotografi
Seorang pemula yang terjun ke dunia
jurnalistik atau fotografi biasanya dibekali berbegai ilmu-Ilmu fotografi
dasar. Salah satunya adalah komposisi dalam fotografi. Komposisi fotografi
merupakan suatu teknik untuk menempatkan posisi objek agar sesuai dengan
bingkai pada foto yang akan disesuaikan dengan kamera. Komposisi fotografi
bermanfaat sebagai dasar-dasar ilmu oleh pemula fotografi agar foto yang
dihasilkan menjadi bagus.
9. Memperlihatkan detail foto
Seorang fotografer menghasilkan karya
fotografi sesuai dengan seleranya masing-masing. Komposisi berfungsi untuk
membantu seorang fotografer menjelaskan detail-detail foto yang bercerita.
Tidak hanya fokus kepada objek utama, foto yang bercerita juga membutuhkan
objek-objek pendukung lainnya dan lokasi yang berbeda. Komposisi fotografi ini
dapat memperlihatkan detail-detail objek tersebut. Misalnya, seorang fotografer
yang ingin mengambil tema human interest dengan mengambil fokus utama
seorang bapak tua yang bekerja sebagai pemulung dan objek-objek pendukungnya
seperti lingkungan yang penuh dengan sampah, peralatan untuk bekerja, dan rumah
yang kumuh. Sehingga seorang penikmat foto tertarik.
10. Mempermudah pengambilan
gambar
Seorang pemula yang ingin mempelajari dunia
fotografi tentu akan dipermudah dengan memperlajari teknik-teknik fotografi dan
komposisi fotografi. Komposisi fotografi ini bermanfaat bagi pemula karena
materinya berupa tata cara mengambil gambar yang baik dengan perpaduan gradasi
warna, garis, pola, posisi objek, pencahayaan, dan teknik-teknik lainnya.
jadiiii..... dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa komposisi berperan besar dalam menghasilkan foto yang berkualitas. Penerapan komposisi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan fotografer. Hal ini dapat mulai diasah sejak dini oleh para fotografer muda secara intensif agar kepekaan estetisnya terlatih dengan baik. Dengan demikian, akan dihasilkan foto yang lebih estetik dan menarik diamati oleh dirinya sendiri maupun orang lain. semoga penjelasan diatas bermanfaat ya gais! jangan lupa untuk selalu mencoba menerapkan komposisi-komposisi itu daalam potretanmu, pasti hasilnya akan lebih maksimal dan kece abis ! :D