Kamis, 29 November 2018

PESONA SPECTRUM JOGJA FASHION WEEK 2018


Jogja Fashion Week, siapa sih yang gatau acara fashion paling bergengsi di Yogyakarta ini??
acara tahunan yang selalu diselenggarakan di kota gudeg ini sangatlah ditunggu tunggu oleh para pecinta fashion di yogyakarta.. ya gimana enggaa yang tampil desainer jogja yang keren keren abisss :D

Kali ini JFW 2018 mengusung tema yang berbeda dengan tahun lalu, Perspectrum dipilih menjadi tema besar gelaran yang telah berlangsung untuk ke-13 kalinya ini.

Bapak Afif Syakur selaku Project Director JFW 2018 menjelaskan Perspectrum dipilih menjadi tema lantaran memiliki tujuan untuk memberikan inspirasi keberanian dan kebaruan untuk mengeksplorasi kekayaan wastra nusantara dengan konsep futuristik dan spektakuler.

Perspectrum merupakan gabungan tiga hal yakni perspective, spektakuler dan spectrum itu sendiri,
Ia menyebutkan tema ini akan memberikan kebebasan kepada para desainer untuk mengeksplorasi karyanya dengan kekuatan etnik khas nusantara.

okeyyy dibawah iini sebagian jepretan foto yang berhasil saya ambil di jogja fashion week :)



Menggunakan Komposisi sepertiga  bagian (Rule of thirds) dimana kita menempatkan objek pada sepertiga bagian bidang foto dan dengan format horizontal dan diambil dengan Eye Level Angel, dengan candid runway model.


Menggunakan Komposisi Statis ( objek ditempatkan pada tengah-tengah bidang gambar) dan dengan format horizontal dan diambil dengan Eye Level Angel, dengan candid designer dan model.


Menggunakan Komposisi Statis ( objek ditempatkan pada tengah-tengah bidang gambar) dan dengan format horizontal dan diambil dengan Eye Level Angel, dengan candid dmodel.

Menggunakan Komposisi Statis ( objek ditempatkan pada tengah-tengah bidang gambar) dan dengan format vertikal dan diambil dengan Eye Level Angel, dengan candid model.



Menggunakan Komposisi Statis ( objek ditempatkan pada tengah-tengah bidang gambar) dan dengan format horizontal dan diambil dengan Eye Level Angel, dengan candid designer dan model.

CASUAL PICTURES AND ACCESSORIES

haiii peeps! apa kabar, semoga selalu baik yaaah. nah dalam postingan kali ini aku akan memposting contoh pengambilan gambar untuk foto bertemakan casual dan foto produk aksesoris nihh , outdoor dan indoor juga :) pastinya kalian kalian yanga memilik bisnis fashion online ataupun offline pasti banget harus nyiapin foto katalog atau foto untuk promosi produk kaliannn kann ?? naaah kuyyyy langsung aja to the post :D


CONTOH FOTO ACCESSORISE INDOOR : 


Dengan fokus produk aksesoris pada tas dan menggunakan Komposisi Statis ( objek ditempatkan pada tengah-tengah bidang gambar) dan dengan format horizontal dan diambil dengan Eye Level Angel, denga menggunakan Headshot Pose. Foto ini  berada di indoor dan pada waktu sore hari



Dengan fokus produk aksesoris pada kalung dan menggunakan Komposisi sepertiga  bagian (Rule of thirds) dimana kita menempatkan objek pada sepertiga bagian bidang foto dan dengan format horizontal dan diambil dengan Eye Level Angel, denga menggunakan natural Pose dan stand ( berdiri ). Foto ini  berada di indoor dan pada waktu sore hari



Dengan fokus produk aksesoris pada tas dan menggunakan Penggunaan Komposisi Statis ( objek ditempatkan pada tengah-tengah bidang gambar) dan dengan format vertikall dan diambil dengan Eye Level Angel, denga menggunakan natural Pose dan stand (berdiri) . Foto ini  berada di indoor dan pada waktu sore hari


Dengan fokus produk aksesoris pada jam tangan dan menggunakan Penggunaan Komposisi Statis ( objek ditempatkan pada tengah-tengah bidang gambar) dan dengan format vertikall dan diambil dengan high Level Angel, denga menggunakan natural Pose dan stand ( berdiri). Foto ini  berada di indoor dan pada waktu sore hari

CONTOH FOTO ACCESSORISE OUTDOOR :


Dengan fokus produk aksesoris pada kalung dan menggunakan Penggunaan Komposisi Statis ( objek ditempatkan pada tengah-tengah bidang gambar) dan dengan format vertikall dan diambil dengan eye Level Angel, denga menggunakan natural Pose dan stand (berdiri). Foto ini  berada di outdoor dan pada waktu sore hari


Dengan fokus produk aksesoris pada kalung, gelang dan jam tangan dan menggunakan Penggunaan Komposisi Statis ( objek ditempatkan pada tengah-tengah bidang gambar) ddan dengan format vertikall dan diambil dengan high Level Angel, denga menggunakan natural Pose dan pose duduk. Foto ini  berada di outdoor dan pada waktu sore hari



Dengan fokus produk aksesoris pada jam tangan menggunakan Penggunaan Komposisi Statis ( objek ditempatkan pada tengah-tengah bidang gambar) dengan format vertikall dan diambil dengan eye Level Angel, denga menggunakan natural Pose dan stand (berdiri). Foto ini  berada di outdoor dan pada waktu sore hari

FOTO CASUAL 

Nah untuk foto setelah ini yaitu mengambil gambar dengan tema fashion casual, bertempatkan di indoor dan outdoor

CASUAL INDOOR




 Penggunaan Komposisi Statis ( objek ditempatkan pada tengah-tengah bidang gambar)  dan dengan format vertikall dan diambil dengan low Angel, denga menggunakan natural Pose dan stand (berdiri). Foto ini  berada di indoor dan pada waktu sore hari


 Penggunaan Komposisi Statis ( objek ditempatkan pada tengah-tengah bidang gambar)  dan dengan format vertikall dan diambil dengan eye level Angel, dengan menggunakan "S" Pose dan stand (berdiri ). Foto ini  berada di indoor dan pada waktu sore hari


Penggunaan Komposisi Statis ( objek ditempatkan pada tengah-tengah bidang gambar)  dan dengan format vertikall dan diambil dengan eye level Angel, dengan menggunakan "K" Pose dan stand (berdiri ). Foto ini  berada di indoor dan pada waktu sore hari


CASUAL OUTDOOR


 Penggunaan Komposisi Statis ( objek ditempatkan pada tengah-tengah bidang gambar)  dan dengan format vertikall dan diambil dengan Eye level Angel, dengan menggunakan "K" Pose dan stand (berdiri). Foto ini  berada di outdoor dan pada waktu sore hari


 Menggunakan Komposisi sepertiga  bagian (Rule of thirds) dimana kita menempatkan objek pada sepertiga bagian bidang foto dan dengan format vertikall dan diambil dengan High Angel, dengan Pose duduk. Foto ini  berada di outdoor dan pada waktu sore hari



Menggunakan Komposisi sepertiga  bagian (Rule of thirds) dimana kita menempatkan objek pada sepertiga bagian bidang foto dan dengan format vertikall dan diambil dengan low Angel, dengan Pose duduk. Foto ini  berada di outdoor dan pada waktu sore hari



Menggunakan Komposisi sepertiga  bagian (Rule of thirds) dimana kita menempatkan objek pada sepertiga bagian bidang foto dan dengan format vertikall dan diambil dengan low Angel, dengan Pose "K" pose dan berdiri (stand) . Foto ini  berada di outdoor dan pada waktu sore hari

Semoga hasil foto dengan angel pose di atas dapat menjadi referensi dan menambah pengetahuan mengenai penerapan angle dan pose kamu ya peppss:D

Senin, 19 November 2018

TEKNIK PENGAMBILAN FOTO YANG KEREN DAN MUDAH


Haaaiiii.. dalam postingan kali ini, aku akan membahas mengenai inspirasi yang aku dapetin nih dari intagram, yaitu teknik pengambilan foto dengan media pancaran cahaya, ceilah pancara cahayaa hahaha, oke langsung aja klik link ini untuk melihat videonyaa :
dari video ituuu ku ingin mengadopsinya untuk tema foto aku kali ini nihhhh yukk disimak :D caranya mudah dannn murah banget perlengkapannya, yang pastinya bisa bikin fot kamu tambah kece abisss :D

judul : 

LIGHT ON ME


 (keterangan : penggunaan alat sun catcher (jika tidak ada bisa menggunakan CD bekas untuk memantulkan cahaya matahari ataupun bisa menggunakan cahaya sorot dari led handphone )

judul :

LUEORA TOUCH



 (keterangan : menggunakan cahaya lampu led handphone dan mika berwarna, dengan mika yang di balut Lampumengahsilkan cahaya yang bewarna dan berbeda, lebih baik di terapkan pada ruangan yang gelap, supaya hasil dari warnanya lebih pekat dan terlihat)

Judul :

DROPS GLASS


(keterangan : menggunakan alat bantu bingkai foto dan spray water untuk membuat drop water di kacanya, tipsnya memberikan cahaya yang pas darisamping atau dalam supaya tidak memantulkan bayangan yang ada dihadapan kaca )

Rabu, 14 November 2018

BACK TO NATURE


 Tema : Foto Group
 Judul : Back to Nature
 Alat   :  menggunakan kamera HP
 Busana : Casual
 Lokasi : Taman Benteng Van Denburg Yogyakarta

BACK TO NATURE
tema foto grup kali ini yaitu back to nature, sesuai dengan artinya tema kali ini kita mengambil konsep natural alam, tentunya dengan mengambil spot foto yang memilik banyak tanaman hijau, dan alam terbuka yang di ambil di lokasi taman benteng van denburg yogyakarta, dengan konsep foto natural , model yang sedang menikmati liburan dan hijaunya taman vandenburg ini.


Penggunaan Komposisi Statis ( objek ditempatkan pada tengah-tengah bidang gambar) dan dengan format vertikal 
sudut pemotretan : eye level viewing
Menggunakan kamera belakang handphone iphone 5

Penggunaan Komposisi sepertiga  bagian (Rule of thirds) dimana kita menempatkan objek pada sepertiga bagian bidang foto dan dengan format vertikal
sudut pemotretan : eye level viewing
Menggunakan kamera belakang handphone iphone 5

Penggunaan Komposisi sepertiga  bagian (Rule of thirds) dimana kita menempatkan objek pada sepertiga bagian bidang foto dan dengan format vertikal
sudut pemotretan : eye level viewing
Menggunakan kamera belakang handphone iphone 5


Penggunaan Komposisi sepertiga  bagian (Rule of thirds) dimana kita menempatkan objek pada sepertiga bagian bidang foto dan dengan format vertikal
sudut pemotretan : eye level viewing
Menggunakan kamera belakang handphone oppo F1s


Penggunaan Komposisi Statis ( objek ditempatkan pada tengah-tengah bidang gambar) dan dengan format vertikal 
sudut pemotretan : eye level viewing
Menggunakan kamera belakang handphone oppo F1s

Rabu, 31 Oktober 2018

PERBEDAAN POSE DAN ANGLE DALAM FASHION FOTOGRAFI




Setelah pembahasan komposisi dalam fotografi di postingan sebelumnya, ( https://ikhsaniaoktar.blogspot.com/2018/09/memahami-komposisi-dalam-fotografi.html ), mengenai pentingnya dasar komposisi dalam fashion fotografi, di postingan kali ini saya akan membahas mengenai teori dasar dalam fotografi juga yaitu mengenai pose dan angle yang tidak kalah pentingnya karena akan menjadi dasae untu kita mengambil dan mengarahkan model saat pemotretan :D yukkkk langung ke pembahasannya aja yah :) check it !!

Dalam sebuah karya fotografi, fotografer bisa mengabadikan semua objek yang terdapat di alam dan di lingkungan sekitarnya. Sebab, banyak sekali objek foto yang bisa direkam dan diabadikan pada sebuah frame dalam karya fotografi, baik yang di-setting atau dikondisikan, maupun yang candid atau yang diambil berdasarkan momentum yang terjadi dalam suatu kejadian. Dari semua jenis objek yang dapat direkam tadi, fotografer bisa saja memotret hewan, tumbuhan, bisa juga memotret pemandangan, benda-benda, arsitektur, karya interior, bahkan memotret manusia.
Dalam pemotretan, pada dasarnya semua fotografer dapat memanfaatkan dan mengembangkan banyak aspek yang bisa diterapkan dalam semua objek foto yang lainnya. Baik dari segi persiapan ide atau tema karya foto yang akan dijepretnya, maupun dengan membentuk komposisi atau angle pemotretan, atau dengan membangun mood atau suasana dan pose, bisa saja fotografer memanfaatkan pose model, warna dari kostum model, make up, dan dipadukan dengan background lokasi pemotretan, untuk dipadukan dalam karya foto yang dijepretnya.
Karena manusia adalah objek yang dapat dieksplorasi dengan berbagai macam aspek,  dan pose, maka hasil foto dari masing-masing fotografer yang berkolaborasi dengan pribadi masing-masing manusia yang difotonya pasti akan berbeda-beda. Dengan model profesional, dengan orang awam, dengan anak kecil, atau dengan orangtua, pasti hasil dan pendekatannya berbeda-beda satu dengan yang lain. Karakter dari fotografer pun pasti memengaruhi hasil fotonya, yang didukung dengan pemilihan angel dan pose model yang sesuai. Dalam makalah ini akan membahas lebih mendalam mengenai angle dan pose dalam fotografi.



Perbedaan Antara Angle dan Pose Dalam Fotografi
Angle dalam fotografi adalah sudut pengambilan foto yang menekankan posisi kamera pada situasi tertentu dalam membidik objek. Angle ini akan menciptakan foto-foto yang berbeda. Bila sebuah objek lebih menarik jika difoto dengan low angle, belum tentu akan menarik jika dipotret dengan angle lainnya. Pada intinya sudut pengambilan gambar (angle) dalam fotografi adalah merupakan kreatifitas dari fotografer. Perlu kreatifitas dan mata jeli dari fotografer dalam melihat objek, untuk menghasilkan foto yang bagus.
Pose adalah posisi atau bentuk tubuh model dalam menghadapi kamera. Berpose adalah alat psikologis yang kuat dan memainkan peran besar dalam menyampaikan pesan fotografer, karena bahasa tubuh dan ekspresi dapat mengungkapkan banyak hal tentang karakter subjek. Pose seharusnya tidak hanya menjadi pelengkap subjek, tapi harus menyampaikan pesan yang kuat atas potret yang di buat.

Macam-macam pose dalam fotografi
Langkah pertama untuk menunjukkan kepribadian seseorang adalah melalui pose. Satu konsep dasar di balik seni berpose—garis tubuh manusia dan cara memotretnya dalam cara yang menyanjung.
1. Pose duduk
Ideal (Teknik diterapkan) Garis bentuk bagian atas sang model, digambarkan secara jelas.
Tidak ideal (Teknik diterapkan secara keliru) Lengan sang model mengaburkan bagian tubuhnya, sehingga membuatnya terlihat lebih lebar. Sang model memalingkan wajahnya dari sumber cahaya yang menyebabkan wajahnya diselimuti bayangan.

                  Deskripsi Pose

                                       
                                             Kiri: Ideal, Kanan: Tidak begitu ideal

Menunjukkan bentuk tubuh yang wajar

Jika Anda ingin menunjukkan bentuk tubuh manusia, penting untuk memperhatikan, di mana Anda menempatkan lengan bawah sang model. Contohnya, jika subjek memiliki garis pinggang yang ingin Anda tampilkan, ciptakanlah ruang putih di antara lengan bawah dan garis pinggang (lihat contoh 'ideal'). Jika lengan subjek menghalangi (lihat contoh 'Tidak begitu ideal' di atas), pemirsa tidak bisa melihat garis bentuk tubuh yang wajar, yang bertentangan dengan maksud Anda, dan bahkan membuat sang model terlihat lebih lebar dari yang sesungguhnya.
Pada saat yang sama, hindari menempatkan lengan pada pose garis vertikal. Inilah yang saya lakukan dalam contoh 'Tidak begitu ideal', dan ini membuat pose terlihat kaku dan tidak wajar. Sebaiknya, pastikan bahwa lengan menciptakan garis pada sudut yang tidak vertikal. Hal ini membuat gambar terlihat lebih dinamis dan wajar.

Untuk mengarahkan sang model ke pose ini, Anda harus memintanya untuk

- Mengarahkan sudut tubuhnya ke sumber cahaya, supaya wajahnya tersinari dengan baik.

- Menempatkan siku di atas meja, dan sekilas sentuhan tangannya pada sisi wajah mereka.

- Pindahkan lengan bawah sehingga garis pinggang tidak terhalangi.

- Busungkan dada (atau tarik bahu ke belakang) untuk membuat postur tubuh mereka terlihat lebih baik.

- Arahkan wajah mereka ke suatu sudut sedemikian rupa sehingga cahaya tidak langsung menimpanya.

Yang perlu diperhatikan
Pastikan tubuh berada di sudut pada kamera

Garis pinggang yang terlihat lebih ramping, pasti akan menyanjung siapa pun, baik pria atau wanita. Anda bisa mewujudkannya dengan meminta subjek agar memalingkan sedikit tubuhnya dari kamera.
Untuk gambar pada contoh yang bagus, setelah sang model duduk, saya mengarahkannya untuk memutar bagian atas tubuhnya searah jarum jam, berpaling dari kamera.
Ini membantu memastikan bahwa tubuh sang model tidak membentuk garis yang persis sama dengan garis horizontal atau vertikal. Hal ini khususnya penting jika Anda ingin menunjukkan lekukan dan fisik feminin. Untuk contoh 'Ideal', saya minta sang model untuk sedikit memiringkan tubuh bagian atas pada sudut yang mengarah ke kamera, yang menyiratkan kelembutan. Hal-hal kecil pun penting—pastikan bahwa tangan dan jemari, tidak membentuk garis vertikal atau horizontal. (Berikut ini sebagian saran mengenai pose tangan). Hal ini juga berlaku untuk kaki: Lihat contoh 'Tidak begitu ideal' pada Teknik 2 di bawah. 

2. Pose bentuk huruf S: Menyanjung bentuk tubuh siapa pun

                                            
Ideal (Teknik diterapkan)
Kaki terlihat lebih panjang dan pinggang tampak ramping.


                                             
Tidak ideal (Teknik tidak diterapkan)
Dibidik dari depan. Tidak terlalu menyanjung bentuk tubuh.

Deskripsi pose

                                  
                             Kiri: Gambar ideal, Kanan: Gambar tidak begitu ideal

Arahkan sudut tubuh agar terlihat lebih semampai, dan ramping
Kecuali Anda memiliki alasan tertentu untuk melakukannya, cobalah menghindari membidik potret wajah dari depan dengan sang model berdiri tegak lurus, dan lengan secara langsung berada di samping. Tubuh terlihat lebih besar apabila dilihat secara langsung dari depan, yang berarti, bahwa membidik dari sudut ini bisa membuat subjek terlihat lebih besar. Sebaiknya, pastikan tubuh subjek Anda diarahkan sedemikian rupa sehingga agak berpaling dari kamera (sekitar 45°, seharusnya sudah cukup).

Buat agar kaki terlihat lebih panjang
Berdiri dengan kedua kaki tegak lurus, bisa membuat pose terlihat kaku. Minta sang model untuk sedikit mengangkat pinggul yang lebih dekat ke kamera. Hal ini secara bersamaan menciptakan ilusi kaki yang lebih panjang dan menambahkan dinamisme pada pose dengan mematahkan garis horizontal yang dibuat oleh tulang pinggul.
Untuk lebih melengkapi ilusinya, buatlah tubuh terlihat lebih pendek (dan kaki lebih panjang dalam perbandingan) dengan memutar bahu yang lebih dekat ke kamera, agak condong ke depan. Hal ini juga memiliki efek pinggang ramping.

Yang perlu diperhatikan
Pose dasar yang menyanjung bentuk tubuh, membentuk huruf 'S'. Jika Anda mendapatkan pose yang tepat, subjek akan terlihat lebih tinggi dan semampai, dengan kaki yang lebih panjang dan pinggang lebih ramping. Namun demikian, kecuali Anda bekerja dengan model profesional, pose yang tepat, ternyata bisa lebih sulit diwujudkan daripada yang dibayangkan. Berikut ini teknik 3-langkah yang sederhana, tetapi pasti untuk mengarahkan siapa pun ke pose yang sempurna.

Cara mengarahkan sang model: 3 langkah sederhana menghasilkan gambar sempurna untuk pose bentuk huruf S

                                

1.      Berdiri pada sudut 45° ke kamera
Berdiri pada sudut ini menegaskan lekukan dada hingga pinggul, serta garis rahang.
2.      Geser seluruh berat ke kaki yang lebih jauh dari kamera
Agar pose bentuk huruf S terlihat bagus, seluruh berat tubuh harus bertumpu pada satu kaki. Untuk memastikannya, minta sang model mengangkat kaki yang lain. Ia seharusnya dapat dengan mudah melakukannya. Poros bahu dan pinggul akan dengan sendirinya bergeser untuk mempertahankan keseimbangan tubuh, sehingga seluruh tubuh membentuk garis huruf S.
3.      jinjit telapak kaki depan
Jinjit ibu jari kaki di lantai, di depan kaki yang menyangga. Sang model seharusnya dapat melakukan ini dengan mudah tanpa kehilangan keseimbangan jika langkah 2 dilakukan secara benar. Setelah selesai, sang model bisa memalingkan wajahnya ke arah kamera.

3. Pose bentuk huruf K: Untuk ilusi dinamisme

     Ideal (Teknik diterapkan)
Ada kesan, seakan-akan anggota tubuh sang model bergerak. Pose ini menciptakan kesan ketegangan pada latar belakang.
                            
     Tidak begitu ideal (Teknik tidak diterapkan)
Garis vertikal yang diciptakan oleh pose, bertepatan dengan garis bingkai jendela di latar belakang. Pose ini terlihat kaku dan seluruh gambar terkesan statis.

    Deskripsi pose

                             
                        Kiri: Gambar ideal, Kanan: Gambar tidak begitu ideal

            Rentangkan sebisa Anda—apa yang terasa berlebihan, akan menciptakan garis yang memukau dan dinamis pada gambar yang dihasilkan

            Bertentangan dengan pose bentuk huruf S dan cara pose ini menunjukkan lekukan lembut nan feminin, pose bentuk huruf K terkesan berani, terbuka dan dinamis. Untuk menghasilkan bentuk yang diperlukan, sang model harus merentangkan kakinya dan membuka lengannya. Dalam pose ini, hampir setiap bagian tubuhnya terentang, melengkung atau menekuk. Mungkin terkesan berlebihan, tetapi Anda tidak usah mencemaskan bahwa gambarnya juga terlihat artifisial: Ketegangan dari pose yang "berlebihan" menciptakan garis pada tubuh yang menyampaikan dinamisme.

        Yang perlu diperhatikan: Pastikan pose tidak mereplikasi garis-garis di latar belakang
         Saran ini berlaku untuk pose apa saja, bukan hanya pose bentuk huruf K. Pastikan bahwa garis yang dibentuk oleh tubuh tidak menyamai garis di latar belakang. Pada contoh yang kurang ideal, garis pada bingkai jendela dan bentuk yang dihasilkan oleh tubuh bagian atas pada pose sang model, semuanya membentuk garis vertikal. Ini tidak saja memalingkan perhatian dari lekukan seperti yang diciptakan oleh garis dada, tetapi juga mengganggu ritme dalam gambar. Dinamisme dan kontras dari pose yang berani, seperti pose bentuk huruf K, membantu menciptakan ketegangan visual apabila digunakan pada latar belakang yang memiliki banyak garis vertikal. Hal ini tidak hanya menarik perhatian ke garis tubuh, tetapi juga membuat gambar terlihat lebih menawan secara visual.

       Untuk mengarahkan sang model ke pose ini, Anda harus memintanya untuk…
- Tumpukan seluruh berat pada satu kaki dan regangkan kaki yang lain sejauh mungkin.
- Jinjit jari kaki yang diregangkan. Putar seluruh kaki sehingga lutut menghadap ke kamera. Hal ini membuat kaki terlihat lebih panjang.
- Miringkan bagian tubuh sebelah atas, dari pinggang ke atas, searah dengan kaki yang diregangkan. Hal ini akan menegaskan sikap tubuh.
- Regangkan leher ke arah yang berlawanan dari tubuh bagian atas. Ini membuat leher terlihat lebih panjang
- Sentuh bahu dengan satu tangan dan/atau pinggang dengan tangan yang lain untuk menambahkan variasi pada pose.



Macam-macam angle dalam fotografi

         Angle dalam fotografi adalah sudut pengambilan foto yang menekankan posisi kamera pada situasi tertentu dalam membidik objek. Angle ini akan menciptakan foto-foto yang berbeda. macam-macam angle foto yaitu :

                                 
1. Eye Level
Sudut pandang ini adalah sudut pandang atau angle yang umum digunakan. Pada angle ini lensa kamera dibidik sejajar dengan tinggi objek. Posisi dan arah kamera memandang objek yang akan dipotret layaknya mata kita melihat objek secara biasa. Pengambilan angle ini kebanyakan untuk memotret manusia dan aktifitasnya (Human interest).
Mengenal Angle Dalam Fotografi, Eye Level
Art of Art by Keangs9 Seksan on 500px.com
2. Low Angle
Pada sudut pengambilan foto ini, kamera diposisikan lebih rendah dari objek. Low angle biasanya digunakan untuk menunjukkan kesan elegan, megah dan tangguh. Sudut pandang pemotretan ini sering juga diterapkan pada fotografi cityscape, contohnya pada foto gedung-gedung penacakar langit.

                            angle dalam fotografi, low angle

3. High Angle 
Angle ini digunakan untuk menangkap kesan luas dari objek yang difoto. Pada angle ini kamera diposisikan lebih tinggi dari objek, sehingga memberi kesan kecil dari objek yang difoto. Dengan angle ini kita bisa memasukkan elemen-elemen pendukung komposisi ke dalam frame. Penerapan high angle bisa juga diterapkan pada foto pemandangan (landscape).

                                     angle dalam fotografi, High Angle

4. Bird Eye View
Anda bisa mencoba mendapatkan hasil yang berbeda dengan mengambil foto dari titik yang terletak diketinggian. Dalam sudut pemotretan ini, posisi objek berada di bawah atau lebih rendah dari kita berdiri. Dari sudut pandang ini, kita memiliki area pandang yang sangat luas, termasuk juga perspektif objek dan hubungannya dengan benda – benda di sekelilingnya.
Mengenal Angle Dalam Fotografi, bird view
Hey No Cuts by Jon Eickmeier on 500px.com
5. Frog Eye View
Pada pemotretan dengan angle ini kamera disejajarkan dengan tanah. Angle ini biasanya digunakan untuk objek yang posisinya di atas tanah. Untuk memotret dengan sudut pandang ini terkadang fotografer harus tiduran di tanah, untuk menghasilkan foto yang bagus.
Mengenal Angle Dalam Fotografi, frog eye
Walk with me into the sunset by Matthias Dengler on 500px.com



      kesimpulannya yaitu teknis angle dan pose sangatlah penting dalam fotografi. dan yang perlu diingat dan diterapkan dalam pengambilan gambar ada berapa hal yang harus diperhatikan :
1.      Sudut pengambilan gambar jangan sampai menghasilkan distorsi terhadap model.
2.    Kenali karakteristik model untuk mendapatkan sudut pengambilan gambar yang  terbaik dan psoe yang baik.
3.      Arahkan model dengan pose senyaman mungkin.
4.      Pencahyaan yang tepat dapat memperkuat 
semoga penjelasan di atas dapat bermanfaat dan bisa buat hasil foto kamu tambah keren ya peps! see you on the next post :P




Rabu, 26 September 2018

MEMAHAMI KOMPOSISI DALAM FASHION FOTOGRAFI



haloooo guysss! di postingan saya kali ini saya akan membahas meengenai komposisi dalam fashion fotografi hingga mengapa sih kita harus memperhatikan dan mengetahui komposisi dalam fashion fotografii, yuk simak pembahasan dibawah ini ! :)

 Sekarang ini era digital dan teknologi semakin pesat perkembangannya, salah satunya yaitu fotografi sebagai salah satu faktor pendukung perkembangan tersebut. Sejak diperkenalkannya fotografi pada tahun 1826, dimana pada saat itu fotografi dikenal sebagai kajian ilmu yang sangat baru dan awam bagai masyarakat dunia.

Seorang fotografer harus mempelajari berbagai fungsi anatomi kamera agar dapat mengoperasikannya secara baik. Kesalahan teknis sedikit dapat menyebabkan kegagalan fatal. Tidak berputarnya gulungan roll film dapat menyebabkan semua hasil bidikan tidak terekam, sehingga semua foto tidak dapat tercetak. Kegagalan seperti ini harus dihindari, apalagi bila peristiwa yang dipotret tidak dapat diulang. Perkembangan teknologi yang canggih pada saat ini menyebabkan pengambilan gambar saat ini bisa dilakukan setiap hari hampir 24 jam tanpa memerlukan roll film, dengan teknik pencahayaan pengambilan gambar akan terlihat mudah. Berbagai penemuan tersebut telah mempermudah fotografer untuk berkarya.

Para fotografer sekarang ini juga menjadi lebih kritis untuk membedakan antara karya yang baik dan yang kurang. Usaha untuk menghasilkan karya fotografi yang berkualitas mulai dipikirkan, antara lain dengan cara berpedoman pada komposisi. Penguasaan komposisi yang benar berdasarkan pedoman komposisi akan sangat membantu pemotret pemula untuk melatih kepekaan estetiknya dalam memotret sehingga dihasilkan foto yang memiliki nilai seni lebih daripada sekedar foto biasa. Foto yang asal jepret seringkali hasilnya berkesan biasa saja, hanya menarik minat orang yang berkepentingan. Sedangkan orang lain yang tidak berkepentingan sama sekali tidak tertarik untuk melihatnya.

Pengetahuan mengenai komposisi dapat membantu fotografer untuk menghasilkan foto yang baik. Penerapan komposisi ini dapat dilakukan dengan kamera manual yang tingkat kesulitannya relatif lebih tinggi, semi otomatik yang tingkat kesulitannya sedang atau  full-otomatic camera seperti pocket camera yang sangat mudah penggunaannya. Mata kuliah fotografi merupakan suatu bidang kajian ilmu yang dipelajari dalam perkuliahan Pendidikan Teknik Busana untuk memberikan pengetahuan secara praktis dan teoritis bagaimana menggunakan seuatu kamera, serta mendapatkan gambar atau potret yang baik.


   Pengertian Komposisi dalam Fotografi

Komposisi merupakan salah satu unsur penentu tingginya nilai estetik karya fotografi. Menurut Charpentier (1993), komposisi adalah cara bagaimana gambar membagi sebuah bidang gambar. Penentuan komposisi dilakukan pada saat membidik obyek foto. Untuk itu diperlukan penataan terhadap unsur-unsur yang mempengaruhi kekuatan suatu gambar dalam sebuah bidang gambar, sehingga obyek fotografi dapat tampil sebagai point of interest (pusat perhatian). Lebih dulu mata pengamat karya foto akan dipandu untuk memperhatikan bagian yang menjadi pusat perhatian utama (main point of interest), baru kemudian memperhatikan pusat perhatian kedua (secondary point of interest), sehingga sebagian pesan yang akan kita sampaikan mealui foto dapat diterima dengan baik. Awalnya tentukan dulu satu dominasi yang akan menjadi pusat perhatian utama (main point of interest), karena suatu gambar sebaiknya menceritakan tidak lebih dari sebuah cerita agar tidak kehilangan fokus. Dalam penentuan pusat perhatian (point of interest) perlu diperhatikan unsur-unsur pendukungnya agar mempermudah untuk menentukan apa yang akan ditonjolkan.

Unsur-unsur pendukung komposisi sebagai berikut:

1.      Ujud (shape), yaitu tatanan dua dimensional, mulai dari titik, garis lurus, poligon (garis lurus majemuk/terbuka/tertutup), dan garis lengkung (terbuka, tertutup, lingkaran). Tekniknya dapat berupa kontras pencahayaan yang ekstrim seperti siluet, penonjolan detail-detail benda, mengikutkan subyek menjadi garis luar atau outline dari sebuah tone warna tertentu. Ujud benda dapat diambil dari berbagai posisi kamera, seperti dari bawah subyek. Manipulasi ujud dengan menggunakan berbagai macam lensa, mulai dari lensa sudut lebar hingga lensa fokus panjang atau long-focus. Contohnya adalah foto siluet manusia yang berdiri di tepi pantai menyaksikan matahari terbenam, siluet nelayan yang mempersiapkan diri di saat matahari terbenam di tepi pantai untuk menangkap ikan, atau foto piramid dan Sphinx dengan menonjolkan tekstur batunya di Mesir.



2.      Bentuk (form), yaitu tatanan yang memberikan kesan tiga dimensional, seperti kubus, balok, prisma, dan bola. Dalam fotografi ditunjukkan dengan gradasi cahaya dan bayangan, dan kekuatan warna. Untuk menghasilkan foto yang baik sebaiknya mengambil cahaya samping dengan sudut-sudut tertentu, dan menghindari pencahayaan frontal.



3.      Pola (pattern), yaitu tatanan dari kelompok sejenis yang diulang untuk mengisi bagian tertentu di dalam bingkai foto, sehingga memberikan kesan adanya keseragaman. Contohnya adalah foto segerombolan bebek, tumpukan pot dari tanah liat. 


4.      Tekstur (texture) yaitu tatanan yang memberikan kesan tentang keadaan permukaan suatu benda (halus, kasar, beraturan, tidak beraturan, tajam, lembut, dan seterusnya). Tekstur akan tampak dari gelap terang atau bayangan dan kekontrasan yang timbul dari pencahayaan pada saat pemotretan. Cahaya yang paling baik adalah cahaya langsung matahari pagi dan matahari sore yang merupakan kunci sukses foto lansekap. Contohnya adalah foto close up kembang kol atau tekstur pohon.



5.      Kontras (contrast) atau disebut juga nada, yaitu kesan gelap atau terang yang menentukan suasana (atmosphere/mood), emosi, dan penafsiran sebuah citra. Kontras warna disebabkan oleh warna-warna primer, yaitu merah, biru, dan kuning, atau akibat dari penempatan warna primer terhadap warna komplemennya , seperti hijau, jingga, dan ungu. Meskipun penggunaan warna tergantung pada pengalaman pribadi, namun ada aturan umum bahwa warna yang berat akan menyeimbangkan warna-warna lemah. Warna-warna berat atau keras berkesan penting dan bila digunakan sedikit kontras warna akan ada aksentuasi yang tidak mengganggu keseluruhan warna. Misalnya, foto dedaunan dengan kumbang merah. 






6.      Warna (colour) yaitu unsur warna yang dapat membedakan objek, menentukan mood daripada foto kita, serta memberi nilai tambah untuk menyempurnakan daya tarik. Warna dapat ditimbulkan melalui pilihan pencahayaan serta exposure, sedikit underexposing akan memberikan hasil yang low-key, dan sedikit overexposing atau penggunaan filter warna akan memberikan hasil warna yang kontras. Idealnya, sebuah foto mempunyai satu subyek utama dan satu warna utama, sedang subyek dan warna lainnya merupakan pendukung. Sebuah komposisi yang warnanya terdiri dari tingkat warna sejenis akan menghasilkan foto yang tenang.



Unsur-unsur pendukung komposisi ini sangat dipengaruhi oleh sumber cahaya yang berupa cahaya seadanya, seperti cahaya matahari, lampu jalan atau cahaya dari lampu studio. Perbedaan sumber cahaya dan sudut pencahayaan akan meberikan hasil yang berbeda.



Elemen Komposisi Fotografer

1. Line (Garis)

Garis merupakan unsur komposisi yang paling penting dalam foto. Tanpa ada garis, tidak akan ada bentuk, tanpa ada bentuk tidak aka nada wujud. Dan tanpa ada garis serta bentuk, tidak aka nada pola. Komposisi ingin menimbulkan kesan kedalaman dan kesan gerak pada objek. Garis juga dimaksudkan untuk membawa perhatian pengamat pada subjek utama. Garis dapat berupa lurus, melingkar, melengkung, yang memiliki kesan berbeda-beda. Berikut ini jenis- jenis garis dalam elemen fotografi garis.


  • Garis Horizontal
Garis horizontal dalam sebuah foto dapat memberi kesan stabilitas, tenang, permanen, dan kokoh. Foto horizontal yang populer adalah garis langit dan dataran atau lautan.


  • Garis Vertikal
Garis vertikal memberikan kesan kekuasaan dan tinggi. Sebut saja tiang, gedung bertingkat, pohon, monumen, sebagai contohnya. Hanya saja, untuk komposisi yang baik, hindari meletakkan garis vertikal secara kaku di tengah foto karena akan memberikan kesan membagi foto menjadi dua.


  • Garis Diagonal
Komposisi dengan garis diagonal akan terasa lebih dinamis. Garis ini memberi nafas yang membuat kesan lebih hidup. Garis diagonal juga mempertegas unsur prespektif pada foto. Garis diagonal akan melahirkan efek kedalaman atau tiga dimensi dalam sebuah foto.



  • Garis Lengkung
Garis lengkung bersifat luwes dan dinamis. Garis lengkung lebih hidup disbanding diagonal. Selain itu juga member kesan lembut, rileks, dan bergerak.



2. Shape (Bentuk)

Bentuk adalah merupakan tatanandua dimensional, mulai dari titik, garis, dan pola. Bentuk juga termasuk kontras pencahayaan yang ekstrim seperti siluet, penonjolan detail benda, ataupun mengikutkan subjek menjadi garis luar atau outline dari sebuah tone warna tertentu.



3. Texture (Tekstur)

Tekstur memberikan kesan mengenai keadaan permukaan suatu benda. Bisa halus, kasar, beraturan, tidak beraturan, tajam, atau lembut. Tekstur akan tampak dari gelap terang atau bayangan dan kontras yang timbul dari pencahayaan pada saat pemotretan.



4. Pattern (Pola)

Pola merupakan tatanan dari kelompok sejenis yang diulang untuk mengisi bagian tertentu di dalam bingkai foto. Pola merupakan kesan keseragaman, dengan pola yang diatur sedemikian rupa, maka akan membentuk presepsi dan kesan tersendiri. Terkadang suatu pola akan menampilkan kesan abstrak.






5. Color (Warna)

Warna dapat memberikan kekuatan elemen yang sangat kuat di dalam fotografi. Warna dapat mempengaruhi besar kecilnya sebuah bentuk. Foto dengan tampilan warna-warna yang menarik dapat memberikan foto terasa ‘lebih hidup’ dan memiliki banyak nuansa. Warna mengandung nilai, nada dan corak. Warna dapat mempengaruhi emosi serta pengaruh latar belakang terhadap warna yang dilihat. Warna dapat menipu pandangan karena warna dapat tampil pasif atau menyolok, tampil ke depan atau belakang.

Warna dalam fotografi ada 2 macam :

  • Vivid color
Vivid color memiliki karakter warna yang ditimbulkan seakan berteriak, bersemangat, riang, ramai dan terlihat bernuansa keras.



  • Pastel color
Pastel color merupakan warna yang memiliki karakter tentram, teduh, halus dan bernuansa lembut.



6. Framing (Bingkai)

Framing merupakan salah satu komposisi foto yang populer. Foto seolah-olah diberikan bingkai yang menggunakan objek-objek yang ada disekitar. Bisa saja dengan tumbuhan, pintu, jendela, terowongan dan lain-lain. Framing akan mengarahkan perhatian orang yang melihat foto akan langsung tertuju pada objek utama.



 JENIS-JENIS KOMPOSISI

Dari satu obyek yang sama dapat dihasilkan berbagai macam komposisi. Hasil pemotretan sebuah obyek dengan sudut pengambilan dari sisi kiri akan berbeda dibandingkan dari sisi kanan, berbeda pula bila diambil dari sisi atas, dan bawah. Perbedaan sudut pengambilan gambar akan membedakan hasil gambar. Cara pemotretan demikian dapat memberikan beberapa alternatif karya untuk dapat dipilih yang terbaik bagi suatu keperluan pemotretan.

Ada beberapa macam komposisi yang dapat dipergunakan dalam memotret obyek, antara lain komposisi simetris, asimetris (tidak simetris), sentral, diagonal, vertikal, dan horizontal.

1. Komposisi simetris

2. Komposisi asimetris (tidak simetris)

3. Komposisi sentral

4. Komposisi diagonal

5. Komposisi vertikal

6. Komposisi horizontal



 PEDOMAN KOMPOSISI

Ada beberapa pedoman sederhana dalam menentukan komposisi, yaitu

1.      Ruangan gambar dibagi menjadi tiga bagian, vertikal dan horizontal dengan garis-garis khayal. Titik-titik dimana garis-garis berpotongan merupakan tempat terbaik untuk meletakkan obyel-obyek utama dan obyek tambahan. Sebuah gambar dengan obyek utama berada di pusat ruangan kurang menarik untuk dipandang.

2.      Garis sejajar horizontal akan mengarahkan mata langsung ke luar gambar dan dengan demikian dapat merusak suasana. Sebaiknya digunakan garis-garis sejajar vertikal (seperti batang pohon) yang ditarik dari atas ke bawah asalkan mereka diseling pada titik-titik tertentu.

3.       Garis-garis yang berpotongan akan menjuruskan mata ke arah sudut. Jika mereka tidak berpotongan akan menjuruskan mata  ke arah titik pada gambar dimana mereka sebenarnya akan dapat berpotongan jika dikehendaki. Garis-garis yang paling berhasil pada komposisi yang baik ialah yang melintang diagonal pada gambar.

4.      Daerah-daerah yang penting sebaiknya tidak sama luasnya. Jangan sekali-kali membagi gambar tepat setengah cakrawala atau kaki langit. Letakkan agak ke bawah sepertiga atau ke atas duapertiga. Misalnya memotret matahari terbenam dari tepi pantai.

5.      Arah mencari cahaya. Daerah putih atau terang pada latar belakang yang gelap akan menarik mata lebih kuat daripada tempat gelap pada latar belakang yang cemerlang.

6.      Gambar disusun demikian rupa sehingga mata akan diarahkan pada titik pusat perhatian utama.

7.      Orang atau obyek apapun yang menghadap ke arah tertentu hendaknya mempunyai ruangan yang lebih besar di depannya daripada di belakang, sehingga berkesan orang itu memandang atau menuju ke suatu tujuan tertentu.

     Praktek penggunaan komposisi di lapangan sebaiknya diawali dengan mengasah kepekaan estetik melalui kliping karya-karya fotografi yang pernah dikumpulkan. Kegiatan ini dapat ditingkatkan dengan mencoba untuk meng ‘croping’ (membuang) bagian-bagian foto yang tidak perlu


PENERAPAN KOMPOSISI DALAM FOTOGRAFI

Penerapan komposisi fotografi ini tersusun dengan mempelajari elemen- elemen komposisi diatas, oleh karena itu penerapan komposisi fotografi ini merupakan faktor yang sangat penting untuk menciptakan karya foto yang baik dan menarik.

Menurut Edison Paulus (2011), Penerapan komposisi dalam pemotretan yaitu:

1.      Komposisi Sepertiga Bagian ( Rule of Thirds )

Komposisi ini didapat dari hasil membagi bidang gambar dalam tiga bagian yang sama besar baik horizontal dan vertikal. Bayangkan ada garis-garis panduan yang membentuk sembilan buah empat persegi panjang yang sama besar pada sebuah foto. Elemen-elemen gambar yang muncul di sudut- sudut persegi panjang pusat akan mendapatkan daya tarik maksimum. Pada aturan umum fotografi, sepertiga bagian adalah teknik dimana kita menempatkan objek pada sepertiga bagian bidang foto. Dan di salah satu titik perpotongan inilah objek menjadi point of interest ditempatkan.



2. Format Vertikal dan Horizontal

Format vertikal dan horizontal adalah format yang akan ditampilkan dalam sebuah karya fotografi. Untuk mengabadikan sebuah foto secara vertikal dan horizontal ini bergantung kepada elemen apa saja yang akan dimasukan atau dikeluarkan dari frame. Tidak ada yang benar atau salah, ini berhubungan dengan selera dan apa yang hendak disampaikan kepada pengamat foto.

3. Dinamis dan Statis

Komposisi ini tidak ada hubungan dengan gerakan atau diam, tapi lebih kepada penempatan objek yang akan di potret. Komposisi dinamis artinya objek foto kita tempatkan bukan pada bagian tengah bidang foto, tetapi lebih ke pinggir atau kebawah dengan menyisakan ruang lebih luas. Sedangkan pada komposisi statis, objek kita tempatkan pada tengah-tengah bidang gambar. Secara umum komposisi dinamis jauh lebih menarik dilihat dan lebih bagus, namun bukan berarti komposisi statis kurang baik. 


4. POI ( Point Of Interest )

Point of interst harus memiliki sifat eye-cutching atau menarik perhatian agar mata terpaksa melihat bagian tersebut. Eye-cutching dapat berupa objek yang paling besar, paling cerah, paling tajam, paling menarik, atau paling aneh dari objek foto yang ditampilkan.

5. Sudut Pemotretan ( Angle of View )

Sudut pengambilan objek adalah salah satu unsur yang membangun sebuah komposisi foto. Sudut pengambilan objek ini sangat ditentukan oleh tujuan pemotretan. Oleh karena itu jika kita mendapatkan suatu momen dan ingin mendapatkan hasil yang terbaik, jangan pernah takut untuk memotret dari berbagai sudut pandang. Angle of view juga mempengaruhi karakter objek yang difoto. Misalnya jika objek dipotret dari atas maka objek akan terlihat tampak kecil. Sebaliknya jika objek dipotret dari bawah maka akan terlihat tampak gagah dan monumental.
Menurut Budhi Santoso (2010) beberapa sudut pemotretan yang digunakan oleh fotografer , yaitu :

  • Eye Level Viewing


Eye level viewing adalah sudut pengambilan foto yang paling umum dilakukan, yaitu pemotretan sebatas mata pada posisi berdiri. Hasilnya tidak menimbulkan efek-efek khusus yang terlihat menonjol, kecuali efek-efek yang timbul oleh pengguna lensa tertentu.

  •  Bird Eye Viewing


Bird Eye Viewing yaitu objek dibidik dari atas. Efek yang tampak subjek terlihat rendah, pendek dan kecil. Biasanya digunakan untuk memotret suatu lokasi atau landscape. 






  • Low Angle Camera


Pemotretan dilakukan dari bawah. Efek yang ditimbulkan adalah distorsi perspektif yang secara teknis dapat menurunkan kualitas gambar. Namun bagi fotografer yang kreatif, bisa menghasilkan efek yang khusus.


  • Frog Eye Viewing
Sudut pengambilan objek dari bawah sebatas penglihat mata katak. Pada posisi ini kamera berada dibawah, hampir sejajar dengan tanah dan tidak dihadapkan keatas tapi mendatar dan dilakukan dengan tiarap atau duduk.

  • Waist Level Viewing
Pemotretan yang dilakukan sebatas pinggang. Arah lensa disesuaikan dengan arah mata. Sudut pengambilan seperti ini biasanya digunakan untuk foto candid dan bersifat spekulatif.

  • High Handheld Position

Pemotretan yang dilakukan dengan cara mengangkat kamera tinggi-tinggi dengan kedua tangan tanpa membidik. Ada unsur spekulatif juga dalam pengambilan sudut ini. Pengambilan sudut ini biasanya digunakan dalam pemotretan objek atau tempat keramaian seperti konser musik.

  •  Ruang Pandang (Field Of View)

Dalam fotografi field of view adalah perspektif visual yang nampak oleh indera penglihatan kita melalui (kamera) pada posisi dan orientasi tertentu.



PENTINGNYA KOMPOAIAI DALAM FOTOGRAFI

1.      Fokus pada objek

Komposisi dalam fotografi berfungsi sebagai fokus pada hasil gambar. Seorang fotografer akan melatih kepekaan penikmat foto dalam memahami gambar tersebut dengan memberikan fokus-fokus tertentu pada objek. 

2.      Memaknai pesan pada objek

Tujuan komposisi dalam fotografi yang kedua adalah memaknai pesan pada objek. Seorang fotografer akan mengambil objek sederhana menjadi luar biasa dengan bantuan objek-objek yang ada di sekitarnya, sehingga objek yang sederhana akan terlibat bercerita dan memberikan pesan yang menarik. 

3.      Mendramatisir objek

Mendramatisir objek berarti mengambil gambar objek dengan kondisi atau situasi yang dilebih-lebihkan dari kondisi yang sebenarnya, sehingga terkesan drama. Hal ini berfungsi untuk memperindah suatu foto dan memiliki isi pesan yang menarik.

4.      Menambah nilai estetika pada objek

Komposisi fotografi merupakan sebuah teknik yang biasa digunakan oleh fotografer untuk memposisikan objek agar sesuai dengan ruang pada lensa kamera. Komposisi fotografi berfungsi untuk menempatkan, meletakkan, memposisikan suatu objek agar nilai estetika pada objek terlihat pada foto.

5.      Memperkuat kesan pada objek

Komposisi dalam fotografi berfungsi untuk memperkuat kesan yang ingin digambarkan pada objek. Fotografi merupakan seni gambar yang dapat bercerita melalui tampilan objek-objek di foto, sehingga objek tersebut terlihat hidup dan mampu menampilkan pesan-pesan dan kesan yang dapat menguji kepekaan manusia melalui gambar. Setiap fotografer memiliki cara masing-masing untuk memperkuat kesan dalam foto sesuai dengan seleranya masing-masing.

6.      Membuat perasaan bahagia

Terkadang perasaan manusia dapat berubah-ubah dengan cepat. Tujuan komposisi fotografi kali ini berhubungan dengan perasaan manusia. Fotografi yang berbentuk gambar ini dapat menumbuhkan perasaan positif kepada manusia yang melihatnya seperti warna-warna pada objek, garis atau pola yang berbentuk pada objek, keindahan tempat yang sesuai dengan posisi objek, dan lainnya. Manusia dapat merasa bahagia apabila melihat suatu gambar yang bersifat estetik atau indah. 

7.      Memposisikan objek

Komposisi fotografi yang juga menjadi salah satu teknik dasar dalam ilmu fotografi. Tujuannya adalah untuk memposisikan objek agar sesuai dengan keinginan sang fotografer. Suatu objek harus disesuaikan dengan maknanya. Misalnya, jika kita ingin mengambil objek seorang prajurit yang dikenal tegas, gagah, dan berwibawa. Angle atau sudut yang diambil adalah kamera dari bawah mengarah ke atas (Low Angle) untuk memberikan kesan tegas. Sedangkan, jika menggunakan teknik yang lain pesan yang disampaikan mengenai objek kurang terlihat.

8.      Memahami ilmu fotografi

Seorang pemula yang terjun ke dunia jurnalistik atau fotografi biasanya dibekali berbegai ilmu-Ilmu fotografi dasar. Salah satunya adalah komposisi dalam fotografi. Komposisi fotografi merupakan suatu teknik untuk menempatkan posisi objek agar sesuai dengan bingkai pada foto yang akan disesuaikan dengan kamera. Komposisi fotografi bermanfaat sebagai dasar-dasar ilmu oleh pemula fotografi agar foto yang dihasilkan menjadi bagus. 

9.      Memperlihatkan detail foto

Seorang fotografer menghasilkan karya fotografi sesuai dengan seleranya masing-masing. Komposisi berfungsi untuk membantu seorang fotografer menjelaskan detail-detail foto yang bercerita. Tidak hanya fokus kepada objek utama, foto yang bercerita juga membutuhkan objek-objek pendukung lainnya dan lokasi yang berbeda. Komposisi fotografi ini dapat memperlihatkan detail-detail objek tersebut. Misalnya, seorang fotografer yang ingin mengambil tema human interest dengan mengambil fokus utama seorang bapak tua yang bekerja sebagai pemulung dan objek-objek pendukungnya seperti lingkungan yang penuh dengan sampah, peralatan untuk bekerja, dan rumah yang kumuh. Sehingga seorang penikmat foto tertarik. 

10.  Mempermudah pengambilan gambar

Seorang pemula yang ingin mempelajari dunia fotografi tentu akan dipermudah dengan memperlajari teknik-teknik fotografi dan komposisi fotografi. Komposisi fotografi ini bermanfaat bagi pemula karena materinya berupa tata cara mengambil gambar yang baik dengan perpaduan gradasi warna, garis, pola, posisi objek, pencahayaan, dan teknik-teknik lainnya.

jadiiii..... dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa  komposisi berperan besar dalam menghasilkan foto yang berkualitas. Penerapan komposisi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan fotografer. Hal ini dapat mulai diasah sejak dini oleh para fotografer muda secara intensif agar kepekaan estetisnya terlatih dengan baik. Dengan demikian, akan dihasilkan foto yang lebih estetik dan menarik diamati oleh dirinya sendiri maupun orang lain. semoga penjelasan diatas bermanfaat ya gais! jangan lupa untuk selalu mencoba menerapkan komposisi-komposisi itu daalam potretanmu, pasti hasilnya akan lebih maksimal dan kece abis ! :D