Setelah pembahasan komposisi dalam fotografi di postingan sebelumnya, ( https://ikhsaniaoktar.blogspot.com/2018/09/memahami-komposisi-dalam-fotografi.html ), mengenai pentingnya dasar komposisi dalam fashion fotografi, di postingan kali ini saya akan membahas mengenai teori dasar dalam fotografi juga yaitu mengenai pose dan angle yang tidak kalah pentingnya karena akan menjadi dasae untu kita mengambil dan mengarahkan model saat pemotretan :D yukkkk langung ke pembahasannya aja yah :) check it !!
Dalam sebuah karya fotografi, fotografer bisa mengabadikan semua objek yang terdapat di alam dan di lingkungan sekitarnya. Sebab, banyak sekali objek foto yang bisa direkam dan diabadikan pada sebuah frame dalam karya fotografi, baik yang di-setting atau dikondisikan, maupun yang candid atau yang diambil berdasarkan momentum yang terjadi dalam suatu kejadian. Dari semua jenis objek yang dapat direkam tadi, fotografer bisa saja memotret hewan, tumbuhan, bisa juga memotret pemandangan, benda-benda, arsitektur, karya interior, bahkan memotret manusia.
Dalam pemotretan, pada dasarnya semua fotografer dapat memanfaatkan dan mengembangkan banyak aspek yang bisa diterapkan dalam semua objek foto yang lainnya. Baik dari segi persiapan ide atau tema karya foto yang akan dijepretnya, maupun dengan membentuk komposisi atau angle pemotretan, atau dengan membangun mood atau suasana dan pose, bisa saja fotografer memanfaatkan pose model, warna dari kostum model, make up, dan dipadukan dengan background lokasi pemotretan, untuk dipadukan dalam karya foto yang dijepretnya.
Karena manusia adalah objek yang dapat dieksplorasi dengan berbagai macam aspek, dan pose, maka hasil foto dari masing-masing fotografer yang berkolaborasi dengan pribadi masing-masing manusia yang difotonya pasti akan berbeda-beda. Dengan model profesional, dengan orang awam, dengan anak kecil, atau dengan orangtua, pasti hasil dan pendekatannya berbeda-beda satu dengan yang lain. Karakter dari fotografer pun pasti memengaruhi hasil fotonya, yang didukung dengan pemilihan angel dan pose model yang sesuai. Dalam makalah ini akan membahas lebih mendalam mengenai angle dan pose dalam fotografi.
Dalam sebuah karya fotografi, fotografer bisa mengabadikan semua objek yang terdapat di alam dan di lingkungan sekitarnya. Sebab, banyak sekali objek foto yang bisa direkam dan diabadikan pada sebuah frame dalam karya fotografi, baik yang di-setting atau dikondisikan, maupun yang candid atau yang diambil berdasarkan momentum yang terjadi dalam suatu kejadian. Dari semua jenis objek yang dapat direkam tadi, fotografer bisa saja memotret hewan, tumbuhan, bisa juga memotret pemandangan, benda-benda, arsitektur, karya interior, bahkan memotret manusia.
Dalam pemotretan, pada dasarnya semua fotografer dapat memanfaatkan dan mengembangkan banyak aspek yang bisa diterapkan dalam semua objek foto yang lainnya. Baik dari segi persiapan ide atau tema karya foto yang akan dijepretnya, maupun dengan membentuk komposisi atau angle pemotretan, atau dengan membangun mood atau suasana dan pose, bisa saja fotografer memanfaatkan pose model, warna dari kostum model, make up, dan dipadukan dengan background lokasi pemotretan, untuk dipadukan dalam karya foto yang dijepretnya.
Karena manusia adalah objek yang dapat dieksplorasi dengan berbagai macam aspek, dan pose, maka hasil foto dari masing-masing fotografer yang berkolaborasi dengan pribadi masing-masing manusia yang difotonya pasti akan berbeda-beda. Dengan model profesional, dengan orang awam, dengan anak kecil, atau dengan orangtua, pasti hasil dan pendekatannya berbeda-beda satu dengan yang lain. Karakter dari fotografer pun pasti memengaruhi hasil fotonya, yang didukung dengan pemilihan angel dan pose model yang sesuai. Dalam makalah ini akan membahas lebih mendalam mengenai angle dan pose dalam fotografi.
Perbedaan Antara Angle dan
Pose Dalam Fotografi
Angle dalam fotografi adalah sudut
pengambilan foto yang menekankan posisi kamera pada situasi tertentu dalam
membidik objek. Angle ini akan menciptakan foto-foto yang berbeda. Bila sebuah
objek lebih menarik jika difoto dengan low angle, belum tentu akan menarik jika
dipotret dengan angle lainnya. Pada intinya sudut pengambilan gambar (angle) dalam fotografi
adalah merupakan kreatifitas dari fotografer. Perlu kreatifitas dan mata jeli
dari fotografer dalam melihat objek, untuk menghasilkan foto yang bagus.
Pose adalah posisi atau bentuk tubuh model dalam menghadapi
kamera. Berpose adalah alat psikologis yang kuat dan memainkan peran besar
dalam menyampaikan pesan fotografer, karena bahasa tubuh dan ekspresi dapat
mengungkapkan banyak hal tentang karakter subjek. Pose seharusnya tidak hanya
menjadi pelengkap subjek, tapi harus menyampaikan pesan yang kuat atas potret
yang di buat.
Macam-macam
pose dalam fotografi
Langkah pertama untuk
menunjukkan kepribadian seseorang adalah melalui pose. Satu konsep dasar di
balik seni berpose—garis tubuh manusia dan cara memotretnya dalam cara yang
menyanjung.
1. Pose duduk
1. Pose duduk
Ideal (Teknik diterapkan) Garis bentuk bagian atas sang model, digambarkan secara jelas.
Tidak ideal (Teknik diterapkan secara keliru) Lengan sang model mengaburkan bagian tubuhnya, sehingga membuatnya terlihat lebih lebar. Sang model memalingkan wajahnya dari sumber cahaya yang menyebabkan wajahnya diselimuti bayangan.
Tidak ideal (Teknik diterapkan secara keliru) Lengan sang model mengaburkan bagian tubuhnya, sehingga membuatnya terlihat lebih lebar. Sang model memalingkan wajahnya dari sumber cahaya yang menyebabkan wajahnya diselimuti bayangan.

Kiri: Ideal, Kanan: Tidak
begitu ideal
Menunjukkan bentuk tubuh yang
wajar
Jika Anda ingin
menunjukkan bentuk tubuh manusia, penting untuk memperhatikan, di mana Anda
menempatkan lengan bawah sang model. Contohnya, jika subjek memiliki garis
pinggang yang ingin Anda tampilkan, ciptakanlah ruang putih di antara lengan
bawah dan garis pinggang (lihat contoh 'ideal'). Jika lengan subjek menghalangi
(lihat contoh 'Tidak begitu ideal' di atas), pemirsa tidak bisa melihat garis bentuk
tubuh yang wajar, yang bertentangan dengan maksud Anda, dan bahkan membuat sang
model terlihat lebih lebar dari yang sesungguhnya.
Pada saat yang sama, hindari menempatkan lengan pada pose garis vertikal.
Inilah yang saya lakukan dalam contoh 'Tidak begitu ideal', dan ini membuat
pose terlihat kaku dan tidak wajar. Sebaiknya, pastikan bahwa lengan
menciptakan garis pada sudut yang tidak vertikal. Hal ini membuat gambar
terlihat lebih dinamis dan wajar.
Untuk mengarahkan sang model ke
pose ini, Anda harus memintanya untuk
- Mengarahkan sudut
tubuhnya ke sumber cahaya, supaya wajahnya tersinari dengan baik.
- Menempatkan siku di atas meja, dan sekilas sentuhan tangannya pada sisi wajah
mereka.
- Pindahkan lengan bawah sehingga garis pinggang tidak terhalangi.
- Busungkan dada (atau tarik bahu ke belakang) untuk membuat postur tubuh
mereka terlihat lebih baik.
- Arahkan wajah mereka ke suatu sudut sedemikian rupa sehingga cahaya tidak
langsung menimpanya.
Yang perlu diperhatikan
Pastikan tubuh berada di sudut
pada kamera
Garis pinggang yang
terlihat lebih ramping, pasti akan menyanjung siapa pun, baik pria atau wanita.
Anda bisa mewujudkannya dengan meminta subjek agar memalingkan sedikit tubuhnya
dari kamera.
Untuk gambar pada contoh
yang bagus, setelah sang model duduk, saya mengarahkannya untuk memutar bagian
atas tubuhnya searah jarum jam, berpaling dari kamera.
Ini membantu memastikan
bahwa tubuh sang model tidak membentuk garis yang persis sama dengan garis
horizontal atau vertikal. Hal ini khususnya penting jika Anda ingin menunjukkan
lekukan dan fisik feminin. Untuk contoh 'Ideal', saya minta sang model untuk
sedikit memiringkan tubuh bagian atas pada sudut yang mengarah ke kamera, yang
menyiratkan kelembutan. Hal-hal kecil pun penting—pastikan bahwa tangan dan
jemari, tidak membentuk garis vertikal atau horizontal. (Berikut ini sebagian saran mengenai pose tangan). Hal ini juga berlaku
untuk kaki: Lihat contoh 'Tidak begitu ideal' pada Teknik 2 di bawah.
2. Pose bentuk huruf S: Menyanjung bentuk tubuh siapa pun
Ideal (Teknik diterapkan)
Kaki terlihat lebih panjang dan pinggang tampak ramping.
Kaki terlihat lebih panjang dan pinggang tampak ramping.
Tidak ideal (Teknik tidak diterapkan)
Dibidik dari depan. Tidak terlalu menyanjung bentuk tubuh.
Dibidik dari depan. Tidak terlalu menyanjung bentuk tubuh.
Deskripsi pose
Kiri: Gambar ideal,
Kanan: Gambar tidak begitu ideal
Arahkan sudut tubuh agar
terlihat lebih semampai, dan ramping
Kecuali Anda memiliki
alasan tertentu untuk melakukannya, cobalah menghindari membidik potret wajah
dari depan dengan sang model berdiri tegak lurus, dan lengan secara langsung
berada di samping. Tubuh terlihat lebih besar apabila dilihat secara langsung
dari depan, yang berarti, bahwa membidik dari sudut ini bisa membuat subjek
terlihat lebih besar. Sebaiknya, pastikan tubuh subjek Anda diarahkan
sedemikian rupa sehingga agak berpaling dari kamera (sekitar 45°, seharusnya
sudah cukup).
Buat agar kaki terlihat lebih
panjang
Berdiri dengan kedua kaki
tegak lurus, bisa membuat pose terlihat kaku. Minta sang model untuk sedikit
mengangkat pinggul yang lebih dekat ke kamera. Hal ini secara bersamaan
menciptakan ilusi kaki yang lebih panjang dan menambahkan dinamisme pada pose
dengan mematahkan garis horizontal yang dibuat oleh tulang pinggul.
Untuk lebih melengkapi
ilusinya, buatlah tubuh terlihat lebih pendek (dan kaki lebih panjang dalam perbandingan)
dengan memutar bahu yang lebih dekat ke kamera, agak condong ke depan. Hal ini
juga memiliki efek pinggang ramping.
Yang perlu diperhatikan
Pose dasar yang
menyanjung bentuk tubuh, membentuk huruf 'S'. Jika Anda mendapatkan pose yang
tepat, subjek akan terlihat lebih tinggi dan semampai, dengan kaki yang lebih
panjang dan pinggang lebih ramping. Namun demikian, kecuali Anda bekerja dengan
model profesional, pose yang tepat, ternyata bisa lebih sulit diwujudkan
daripada yang dibayangkan. Berikut ini teknik 3-langkah yang sederhana, tetapi
pasti untuk mengarahkan siapa pun ke pose yang sempurna.
Cara mengarahkan sang model: 3
langkah sederhana menghasilkan gambar sempurna untuk pose bentuk huruf S
1.
Berdiri pada sudut 45° ke kamera
Berdiri pada sudut ini menegaskan
lekukan dada hingga pinggul, serta garis rahang.
2.
Geser seluruh berat ke kaki yang lebih jauh dari kamera
Agar pose bentuk huruf S terlihat
bagus, seluruh berat tubuh harus bertumpu pada satu kaki. Untuk memastikannya,
minta sang model mengangkat kaki yang lain. Ia seharusnya dapat dengan mudah
melakukannya. Poros bahu dan pinggul akan dengan sendirinya bergeser untuk
mempertahankan keseimbangan tubuh, sehingga seluruh tubuh membentuk garis huruf
S.
3.
jinjit telapak kaki depan
Jinjit ibu jari kaki di lantai, di
depan kaki yang menyangga. Sang model seharusnya dapat melakukan ini dengan
mudah tanpa kehilangan keseimbangan jika langkah 2 dilakukan secara benar.
Setelah selesai, sang model bisa memalingkan wajahnya ke arah kamera.
3. Pose bentuk huruf
K: Untuk ilusi dinamisme
Ideal (Teknik diterapkan)
Ada kesan, seakan-akan anggota tubuh sang model bergerak. Pose ini menciptakan kesan ketegangan pada latar belakang.

Ada kesan, seakan-akan anggota tubuh sang model bergerak. Pose ini menciptakan kesan ketegangan pada latar belakang.

Tidak begitu ideal (Teknik tidak diterapkan)
Garis vertikal yang diciptakan oleh pose, bertepatan dengan garis bingkai jendela di latar belakang. Pose ini terlihat kaku dan seluruh gambar terkesan statis.
Garis vertikal yang diciptakan oleh pose, bertepatan dengan garis bingkai jendela di latar belakang. Pose ini terlihat kaku dan seluruh gambar terkesan statis.
Deskripsi pose
Kiri: Gambar ideal, Kanan: Gambar tidak begitu ideal
Rentangkan sebisa Anda—apa yang terasa berlebihan, akan
menciptakan garis yang memukau dan dinamis pada gambar yang dihasilkan
Bertentangan dengan pose bentuk huruf S dan cara pose ini menunjukkan
lekukan lembut nan feminin, pose bentuk huruf K terkesan berani, terbuka dan
dinamis. Untuk menghasilkan bentuk yang diperlukan, sang model harus
merentangkan kakinya dan membuka lengannya. Dalam pose ini, hampir setiap bagian
tubuhnya terentang, melengkung atau menekuk. Mungkin terkesan berlebihan,
tetapi Anda tidak usah mencemaskan bahwa gambarnya juga terlihat artifisial:
Ketegangan dari pose yang "berlebihan" menciptakan garis pada tubuh
yang menyampaikan dinamisme.
Yang perlu diperhatikan: Pastikan pose tidak mereplikasi
garis-garis di latar belakang
Saran ini berlaku untuk pose apa saja, bukan hanya pose bentuk huruf K.
Pastikan bahwa garis yang dibentuk oleh tubuh tidak menyamai garis di latar
belakang. Pada contoh yang kurang ideal, garis pada bingkai jendela dan bentuk
yang dihasilkan oleh tubuh bagian atas pada pose sang model, semuanya membentuk
garis vertikal. Ini tidak saja memalingkan perhatian dari lekukan seperti yang
diciptakan oleh garis dada, tetapi juga mengganggu ritme dalam gambar. Dinamisme dan kontras dari pose yang berani, seperti pose bentuk huruf
K, membantu menciptakan ketegangan visual apabila digunakan pada latar belakang
yang memiliki banyak garis vertikal. Hal ini tidak hanya menarik perhatian ke
garis tubuh, tetapi juga membuat gambar terlihat lebih menawan secara visual.
Untuk mengarahkan sang model ke pose ini, Anda harus memintanya
untuk…
- Tumpukan seluruh berat pada satu kaki dan regangkan kaki yang lain
sejauh mungkin.
- Jinjit jari kaki yang diregangkan. Putar seluruh kaki sehingga lutut
menghadap ke kamera. Hal ini membuat kaki terlihat lebih panjang.
- Miringkan bagian tubuh sebelah atas, dari pinggang ke atas, searah dengan
kaki yang diregangkan. Hal ini akan menegaskan sikap tubuh.
- Regangkan leher ke arah yang berlawanan dari tubuh bagian atas. Ini membuat
leher terlihat lebih panjang
- Sentuh bahu dengan satu tangan dan/atau pinggang dengan tangan yang lain
untuk menambahkan variasi pada pose.
Macam-macam angle dalam fotografi
Angle dalam fotografi adalah sudut pengambilan foto yang menekankan posisi kamera pada situasi tertentu dalam membidik objek. Angle ini akan menciptakan foto-foto yang berbeda. macam-macam angle foto yaitu :
1. Eye Level
Sudut pandang ini adalah sudut pandang atau angle yang umum
digunakan. Pada angle ini lensa kamera dibidik sejajar dengan tinggi objek.
Posisi dan arah kamera memandang objek yang akan dipotret layaknya mata kita
melihat objek secara biasa. Pengambilan angle ini kebanyakan untuk memotret
manusia dan aktifitasnya (Human interest).

Art of Art by Keangs9 Seksan on 500px.com
2. Low Angle
Pada sudut pengambilan foto ini, kamera
diposisikan lebih rendah dari objek. Low angle biasanya digunakan untuk
menunjukkan kesan elegan, megah dan tangguh. Sudut pandang pemotretan ini
sering juga diterapkan pada fotografi cityscape, contohnya pada foto
gedung-gedung penacakar langit.


3. High Angle
Angle ini digunakan untuk menangkap kesan luas
dari objek yang difoto. Pada angle ini kamera diposisikan lebih tinggi dari
objek, sehingga memberi kesan kecil dari objek yang difoto. Dengan angle ini
kita bisa memasukkan elemen-elemen pendukung komposisi ke dalam frame.
Penerapan high angle bisa juga diterapkan pada foto pemandangan (landscape).


4. Bird Eye View
Anda bisa mencoba mendapatkan hasil yang berbeda dengan
mengambil foto dari titik yang terletak diketinggian. Dalam sudut pemotretan
ini, posisi objek berada di bawah atau lebih rendah dari kita berdiri. Dari
sudut pandang ini, kita memiliki area pandang yang sangat luas, termasuk juga
perspektif objek dan hubungannya dengan benda – benda di sekelilingnya.

Hey No Cuts by Jon Eickmeier on 500px.com
5. Frog Eye View
Pada pemotretan dengan angle ini kamera disejajarkan dengan
tanah. Angle ini biasanya digunakan untuk objek yang posisinya di atas tanah.
Untuk memotret dengan sudut pandang ini terkadang fotografer harus tiduran di
tanah, untuk menghasilkan foto yang bagus.

Walk with me into the sunset by Matthias
Dengler on 500px.com
kesimpulannya yaitu teknis angle dan pose sangatlah penting dalam fotografi. dan yang perlu diingat dan diterapkan dalam pengambilan gambar ada berapa hal yang harus diperhatikan :
1. Sudut pengambilan gambar jangan sampai menghasilkan distorsi terhadap model.
2. Kenali karakteristik model untuk mendapatkan sudut pengambilan gambar yang terbaik dan psoe yang baik.
3. Arahkan model dengan pose senyaman mungkin.
4. Pencahyaan yang tepat dapat memperkuat
1. Sudut pengambilan gambar jangan sampai menghasilkan distorsi terhadap model.
2. Kenali karakteristik model untuk mendapatkan sudut pengambilan gambar yang terbaik dan psoe yang baik.
3. Arahkan model dengan pose senyaman mungkin.
4. Pencahyaan yang tepat dapat memperkuat
semoga penjelasan di atas dapat bermanfaat dan bisa buat hasil foto kamu tambah keren ya peps! see you on the next post :P








Tidak ada komentar:
Posting Komentar